Trump Pertimbangkan Investasi Rp486 Triliun untuk Pengembangan Program Nuklir Iran

Jum'at, 27 Juni 2025 - 20:44 WIB
loading...
Trump Pertimbangkan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/cbs
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan rencana senilai USD30 miliar (Rp486 triliun) untuk membantu Iran mengembangkan program nuklir sipil sebagai insentif untuk kembali ke perundingan penuh mengenai kesepakatan nuklir. Media AS melaporkan hal itu pada hari Kamis (26/6/2025), mengutip sejumlah sumber.

Washington dan mitra-mitranya di Timur Tengah telah mengadakan perundingan rahasia dengan Teheran, bahkan ketika Iran dan Israel saling serang awal bulan ini, empat sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada jaringan media AS tersebut.

AS dilaporkan belum mencabut tuntutan utamanya agar Iran setuju untuk tidak melakukan pengayaan uranium, yang telah menjadi garis merah bagi Teheran.

Namun, untuk mempermanis kesepakatan tersebut, Washington dikatakan telah mengajukan beberapa insentif.

“Ini termasuk proyek investasi senilai sekitar USD20-30 miliar dalam program nuklir Iran untuk keperluan energi sipil, meskipun uang tersebut tidak akan datang langsung dari AS, melainkan dari mitra-mitra Arabnya,” klaim laporan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved