Ini Kata-kata Pilot AS saat Jet Siluman B-2 Jatuhkan Bom GBU-57 di Situs Nuklir Iran
Jum'at, 27 Juni 2025 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika kru pergi bekerja pada hari Jumat, mereka mencium orang yang mereka cintai selamat tinggal, tanpa tahu kapan atau apakah mereka akan pulang," paparnya.
"Pada Sabtu malam, keluarga mereka mengetahui apa yang terjadi. Dan pada hari Minggu, ketika jet-jet itu kembali dari Whiteman, keluarga mereka ada di sana. Bendera berkibar dan air mata mengalir. Saya merinding saat membicarakan ini," imbuh dia.
Caine juga berbicara tentang 15 tahun kerja intelijen oleh dua perwira Defense Threat Reduction Agency (DTRA) yang telah mempelajari fasilitas Fordow dan yang karyanya berkontribusi pada pengembangan bom penghancur bunker yang dapat menembusnya.
"Keduanya hidup dan menghirup target tunggal ini, Fordow, elemen penting dari program senjata nuklir rahasia Iran," kata Caine, mempelajari konstruksinya dengan sangat rinci.
"Para perwira memantau setiap sudut, setiap kawah, setiap peralatan yang masuk dan setiap peralatan yang keluar," ujarnya.
"Mereka benar-benar memimpikan target ini di malam hari saat mereka tidur. Mereka memikirkannya saat berkendara bolak-balik ke tempat kerja. Dan mereka tahu sejak hari pertama untuk apa ini," kata Caine.
"Anda tidak membangun kompleks bunker bawah tanah berlapis-lapis dengan sentrifus dan peralatan lain di gunung untuk tujuan damai apa pun," imbuh Caine, seperti dikutip Newsweek, Jumat (27/6/2025).
"Pada Sabtu malam, keluarga mereka mengetahui apa yang terjadi. Dan pada hari Minggu, ketika jet-jet itu kembali dari Whiteman, keluarga mereka ada di sana. Bendera berkibar dan air mata mengalir. Saya merinding saat membicarakan ini," imbuh dia.
Caine juga berbicara tentang 15 tahun kerja intelijen oleh dua perwira Defense Threat Reduction Agency (DTRA) yang telah mempelajari fasilitas Fordow dan yang karyanya berkontribusi pada pengembangan bom penghancur bunker yang dapat menembusnya.
"Keduanya hidup dan menghirup target tunggal ini, Fordow, elemen penting dari program senjata nuklir rahasia Iran," kata Caine, mempelajari konstruksinya dengan sangat rinci.
"Para perwira memantau setiap sudut, setiap kawah, setiap peralatan yang masuk dan setiap peralatan yang keluar," ujarnya.
"Mereka benar-benar memimpikan target ini di malam hari saat mereka tidur. Mereka memikirkannya saat berkendara bolak-balik ke tempat kerja. Dan mereka tahu sejak hari pertama untuk apa ini," kata Caine.
"Anda tidak membangun kompleks bunker bawah tanah berlapis-lapis dengan sentrifus dan peralatan lain di gunung untuk tujuan damai apa pun," imbuh Caine, seperti dikutip Newsweek, Jumat (27/6/2025).
Lihat Juga :