Kepala IAEA Ancam Ada Krisis Baru jika Iran Halangi Pengawas PBB dari Lokasi Nuklir

Kamis, 26 Juni 2025 - 20:45 WIB
loading...
Kepala IAEA Ancam Ada...
Kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi. Foto/irna
A A A
NEW YORK - Direktur pengawas nuklir PBB mengatakan program nuklir Iran telah mengalami "kerusakan yang sangat, sangat, sangat besar". Dia memperingatkan akan adanya potensi krisis jika Teheran menghalangi inspektur mengakses lokasi nuklirnya.

Ketika ditanya dalam wawancara dengan jaringan radio Prancis apakah program nuklir Iran telah dihancurkan, kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi menjawab, "Saya pikir 'hancur' itu terlalu banyak. Namun, program tersebut mengalami kerusakan yang sangat besar."

"Yang dapat saya katakan kepada Anda, dan saya pikir semua orang setuju tentang hal ini, ada kerusakan yang sangat, sangat, sangat besar," ujar dia.

Ketika ditanya tentang keputusan Iran untuk menangguhkan kerja samanya dengan lembaganya, yang telah kami laporkan sebelumnya, Grossi mengatakan ia perlu menilai ruang lingkup keputusan Iran.

"Namun, Anda tahu, kehadiran lembaga tersebut di Iran bukanlah semacam sikap murah hati, melainkan tanggung jawab internasional," tegas dia.

Dia menjelaskan, “Iran adalah anggota Perjanjian Non-Proliferasi dan karenanya harus memiliki sistem inspeksi.”

Ia mengatakan, “Jika Iran secara sepihak menangguhkan keterlibatannya dan memblokir inspektur untuk mengakses situs nuklir, kita akan berada di ambang krisis baru.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
7 Negara Aman dari Radiasi...
7 Negara Aman dari Radiasi Nuklir Jika Terjadi Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved