Racuni Navalny, Pompeo dan G-7 Sebut Rusia Anti Kritik

Rabu, 09 September 2020 - 06:35 WIB
loading...
A A A
Kecaman mereka atas serangan racun terhadap Navalny tidak menyisakan ruang untuk keraguan tentang sifat penyakit mendadak yang hampir merenggut nyawa kritikus domestik Presiden Rusia Vladimir Putin yang paling terkemuka itu. Pernyataan G-7 datang hanya beberapa hari setelah Presiden Trump menyatakan ketidakpastian tentang bukti yang berkaitan dengan serangan itu.

“Jadi saya tidak tahu persis apa yang terjadi. Saya pikir itu - tragis," kata Trump.

“Mengerikan. Ini seharusnya tidak terjadi. Kami belum memiliki bukti apa pun, tetapi saya akan memeriksanya," imbuhnya.

Trump menyatakan keinginannya untuk mempelajari lebih lanjut tentang kasus tersebut beberapa saat setelah mencatat bahwa pejabat AS berusaha untuk menegosiasikan perjanjian pengendalian senjata dengan Rusia.

"Saya pikir kita harus melihatnya dengan sangat serius jika itu masalahnya, dan saya pikir kami akan melakukannya," ucap Trump.

“Pada saat yang sama, dengan Rusia, kami saat ini sedang merundingkan perjanjian nonproliferasi nuklir, yang sangat penting. Itu hal yang sangat penting. Bagi saya, itu yang paling penting," jelasnya. (Baca juga: Trump: AS Tidak Punya Bukti Navalny Diracun )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka
Rekomendasi
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved