Bocoran Audio Mossad kepada Jenderal Iran: Anda Punya Waktu 12 Jam untuk Melarikan Diri!

Selasa, 24 Juni 2025 - 12:44 WIB
loading...
Bocoran Audio Mossad...
Mossad umbar ancaman kepada para jenderal Iran saat militer Zionis meluncurkan agresi. Foto/Tehran Magazine
A A A
TEL AVIV - Sebuah rekaman audio yang diperoleh The Washington Post mengungkap pesan ancaman agen Mossad kepada para jenderal Iran sebelum militer Zionis Israel meluncurkan agresi udara yang dimulai 13 Juni lalu. Dalam pesannya, agen intelijen Zionis itu memperingatkan para jenderal Teheran untuk melarikan diri dalam waktu 12 jam.

Pesan ancaman itu bagian dari Operasi Rising Lion Israel yang menargetkan situs-situs nuklir dan militer Iran.

"Anda punya waktu 12 jam untuk melarikan diri bersama istri dan anak Anda. Kalau tidak, Anda ada dalam daftar kami sekarang," bunyiancamanseorang agen Mossad untuk jenderal-jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam satu dari sedikitnya 20 panggilan telepon yang dilakukan kepada pejabat Iran.

Baca Juga: Digempur Rudal Iran, Ribuan Warga Israel Kabur ke Mesir Picu Kemarahan Publik

"Kami lebih dekat dengan Anda daripada urat leher Anda sendiri. Tanamkan ini di kepala Anda. Semoga Tuhan melindungi Anda," imbuh pesan agen tersebut.

Agen Mossad itu mengaku menelepon dari negara yang tak disebutkan namanya, yang beberapa saat sebelumnya telah membunuh tokoh-tokoh penting IRGC, termasuk Mayor Jenderal Hossein Salami, Letnan Jenderal Mohammad Bagheri, dan Ali Shamkhani. Media pemerintah Iran kemudian mengeklaim bahwa Shamkhani selamat dari serangan itu.

"Dengar baik-baik. Saya menelepon dari negara yang dua jam lalu mengirim Bagheri, Salami, Shamkhani, satu per satu, ke neraka," kata agen Mossad, seperti yang terdengar dalam rekaman audio.

"Apakah Anda ingin menjadi salah satu dari mereka? Apakah Anda ingin menjadi orang berikutnya dalam daftar? Apakah Anda juga ingin menghancurkan istri dan anak Anda? Tidak, kan?" imbuh agen tersebut.

Seorang jenderal Iran, seperti dilaporkan The Washington Post, Selasa (24/6/2025), kemudian menjawab: "Jadi, apa yang harus saya lakukan?"

Agen itu memerintahkannya untuk merekam video yang mengecam rezim Iran dan mengirimkannya melalui Telegram. Masih belum jelas apakah video itu dibuat.

Sumber-sumber Zionis mengatakan Israel telah menyampaikan ancaman dalam bahasa Persia, yang menargetkan komandan tingkat menengah dan tinggi dengan tujuan untuk mengacaukan kepemimpinan Iran dan menghalangi calon penggantinya untuk maju.

Tujuannya, kata sumber-sumber tersebut, adalah untuk menanamkan rasa takut pada pejabat tingkat kedua dan ketiga, sehingga mempersulit Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk menggantikan komandan rezim yang telah lengser.

Agen Mossad tidak hanya menggunakan panggilan telepon tetapi juga catatan yang dikirim ke rumah-rumah dan pesan yang dikirim melalui pasangan untuk memperingatkan individu yang menjadi sasaran.

Kampanye tekanan psikologis berjalan berdampingan dengan operasi militer Israel yang sedang berlangsung di dalam Iran.

Pejabat Barat mengatakan tim-tim rahasia, tempat penyimpanan senjata yang telah diposisikan sebelumnya, dan aset-aset rahasia di dalam Iran diaktifkan sebagai bagian dari Operasi Rising Lion.

Amerika Serikat (AS) bergabung dalam perang beberapa hari kemudian. Serangan yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump menargetkan tiga lokasi pengayaan uranium Iran dengan tujuh pesawat pengebom siluman B-2 yang menjatuhkan 14 bom Bunker Buster GBU-57 dan rudal Tomahawk yang ditembakkan kapal selam kelas Ohio.

Dalam perkembangan terbaru, Iran melancarkan serangan rudal balasan ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Belasan rudal Iran menyerang Pangkalan Udara Al Udeid, yang menjadi pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
3 Negara Eropa Memohon...
3 Negara Eropa Memohon Iran dan Israel untuk Menahan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved