Presiden Iran: Penghentian Tanpa Syarat Agresi Israel Satu-satunya Cara Akhiri Perang

Sabtu, 21 Juni 2025 - 13:15 WIB
loading...
Presiden Iran: Penghentian...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto/tasnim
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggambarkan penghentian tanpa syarat agresi Israel terhadap Iran sebagai satu-satunya solusi untuk mengakhiri perang yang dipaksakan. Dia menegaskan Iran selalu mencari perdamaian.

Dalam posting di akun X miliknya pada hari Jumat, Presiden Pezeshkian mengatakan, “Kami selalu mencari kedamaian dan ketenangan, tetapi satu-satunya cara untuk mengakhiri perang yang dipaksakan dalam kondisi saat ini adalah ‘penghentian tanpa syarat’ agresi musuh dan jaminan pasti akan berakhirnya petualangan teroris Zionis selamanya.”

Presiden memperingatkan jika agresi rezim Israel tidak dihentikan, Iran akan memberikan tanggapan yang lebih keras yang akan membuat agresor menyesal telah menyerang negara tersebut.

Rezim Zionis melancarkan perang agresi yang tidak beralasan terhadap Iran pada tanggal 13 Juni. Rezim penjajah tersebut melakukan serangan udara terhadap situs nuklir, militer, dan perumahan Iran yang mengakibatkan gugurnya sejumlah komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga biasa.

Pasukan militer Iran segera melancarkan serangan balik. Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam telah melancarkan 16 gelombang serangan rudal balasan terhadap rezim Zionis hingga 20 Juni sebagai bagian dari Operasi True Promise III.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan fatal rezim Zionis terhadap ambulans di Teheran sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional yang setara dengan pembunuhan yang disengaja.

"Dalam pelanggaran mencolok lainnya terhadap hukum humaniter internasional, rezim Zionis menyerang ambulans di Teheran, menewaskan 3 personel medis sipil. Ini adalah pembunuhan yang disengaja," tegas Esmaeil Baqaei dalam posting di akun X miliknya pada hari Jumat.

Dia menegaskan, "Berdasarkan Konvensi Jenewa, menargetkan personel medis dan kendaraan kemanusiaan selama operasi bantuan dilarang keras dan dianggap sebagai kejahatan perang."

“Israel memiliki catatan panjang dalam menyerang fasilitas medis, konvoi bantuan, dan petugas kesehatan. Normalisasi kejahatan kekejaman ini merupakan akibat langsung dari 'impunitas' yang diberikan kepada Israel melalui ketidakpedulian dan kelambanan dari mereka yang secara hukum bertugas dan secara moral berkewajiban untuk berbicara dan bertindak,” papar Baqaei.

“Dewan Keamanan PBB harus mengambil tindakan cepat untuk memikul tanggung jawabnya dalam menghentikan agresor dari kekejaman lebih lanjut,” tegas dia.

“Semua Negara, termasuk Swiss sebagai penjaga Konvensi Jenewa, ICRC, Dewan Hak Asasi Manusia, WHO, dan organisasi internasional terkait lainnya, semuanya memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional,” pungkas juru bicara Iran.

Baca juga: Israel Sangat Kewalahan, Akurasi Rudal Iran Meningkat 3 Kali Lipat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Pilu! Induk Gajah Tolak...
Pilu! Induk Gajah Tolak Tinggalkan Anaknya yang Mati Ditabrak Mobil di Jalanan
Rekomendasi
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi BP2TD Mempawah Dilimpahkan ke Polri, CBA: Percepat Penanganan
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Sidang Dokter Tifa Memanas,...
Sidang Dokter Tifa Memanas, Kuasa Hukum Protes JPU Belum Serahkan Berkas BAP
Berita Terkini
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved