Warga Teheran Cerita Ngeri Perang Iran-Israel: Seperti Langit Terbelah
Jum'at, 20 Juni 2025 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
"Kami pernah berperang sebelumnya, tetapi perang ini mengerikan karena tidak dapat diprediksi dan sangat brutal," paparnya.
Meskipun para pengamat yakin hanya rakyat Iran yang dapat membawa perubahan, apoteker itu mengakui bahwa dia tidak optimistis.
"Mereka berharap orang-orang akan mengubah rezim, tetapi mereka tidak bisa. Mereka sangat panik dan takut dan rezim itu sangat brutal," katanya kepada AFP, Jumat (20/6/2025).
Dan tampaknya tidak mungkin Amerika Serikat akan turun tangan, meskipun ada retorika agresif dari Presiden Donald Trump.
"Kami tahu (Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali) Khamenei adalah sumber masalahnya tetapi Trump mengatakan 'Saya tidak ingin membunuhnya'. Jika Anda benar-benar ingin mengakhiri perang, mengapa mengatakan itu?" katanya.
"Trump hanya berpura-pura ingin menghentikan perang. Rezim kediktatoran ini didukung oleh AS," paparnya.
Warga Iran lainnya bernama Ismail Rabie, seorang pensiunan berusia 69 tahun yang berusaha kembali ke rumahnya di London, mengatakan situasi di Iran tidak akan berubah kecuali jika negara-negara Barat benar-benar menginginkannya.
"Semuanya tergantung pada Amerika atau Eropa: jika mereka menginginkan perubahan, maka akan berubah, jika tidak, maka tidak akan berubah," katanya sebelum berangkat ke Istanbul.
Meskipun para pengamat yakin hanya rakyat Iran yang dapat membawa perubahan, apoteker itu mengakui bahwa dia tidak optimistis.
"Mereka berharap orang-orang akan mengubah rezim, tetapi mereka tidak bisa. Mereka sangat panik dan takut dan rezim itu sangat brutal," katanya kepada AFP, Jumat (20/6/2025).
Dan tampaknya tidak mungkin Amerika Serikat akan turun tangan, meskipun ada retorika agresif dari Presiden Donald Trump.
"Kami tahu (Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali) Khamenei adalah sumber masalahnya tetapi Trump mengatakan 'Saya tidak ingin membunuhnya'. Jika Anda benar-benar ingin mengakhiri perang, mengapa mengatakan itu?" katanya.
"Trump hanya berpura-pura ingin menghentikan perang. Rezim kediktatoran ini didukung oleh AS," paparnya.
Warga Iran lainnya bernama Ismail Rabie, seorang pensiunan berusia 69 tahun yang berusaha kembali ke rumahnya di London, mengatakan situasi di Iran tidak akan berubah kecuali jika negara-negara Barat benar-benar menginginkannya.
"Semuanya tergantung pada Amerika atau Eropa: jika mereka menginginkan perubahan, maka akan berubah, jika tidak, maka tidak akan berubah," katanya sebelum berangkat ke Istanbul.
(mas)
Lihat Juga :