Perang Iran-Israel Pecah, Begini Reaksi Dunia

Jum'at, 13 Juni 2025 - 14:41 WIB
loading...
Perang Iran-Israel Pecah,...
Israel meluncurkan perang dengan membombardir Iran, Jumat (13/6/2025). Komunitas dunia internasional telah beraksi atas konflik baru ini. Foto/Iran International
A A A
JAKARTA - Perang Iran-Israel pecah setelah militer Zionis membombardir situs-situs nuklir dan militer Teheran dengan lebih dari 200 jet tempur pada Jumat (13/6/2025). Teheran mulai membalas dengan meluncurkan lebih dari 100 pesawat nirawak ke Israel.

Militer Zionis berdalih serangannya untuk menghalangi Teheran mengembangkan senjata nuklir. Tiga jenderal teratas Iran dilaporkan tewas dalam serangan ini, termasuk Panglima Militer Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami.

Media Iran juga melaporkan enam ilmuwan nuklir ikut terbunuh dalam serangan udara militer Zionis.

Baca Juga: Iran Balas Dendam, Lebih dari 100 Pesawat Nirawak Serang Israel

Reaksi Dunia Internasionl atas Pecahnya Perang Iran-Israel

1. Amerika Serikat


Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membantah bahwa AS ikut terlibat dalam serangan Israel terhadap Iran.

"Malam ini (Jumat dini hari), Israel mengambil tindakan sepihak terhadap Iran. Kami tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran dan prioritas utama kami adalah melindungi pasukan Amerika di kawasan tersebut," katanya.

"Saya tegaskan: Iran tidak boleh menargetkan kepentingan atau personel AS," imbuh dia.

2. Pakistan


Pakistan mengutuk keras agresi yang tidak dapat dibenarkan dan tidak sah oleh Israel.

"Pakistan berdiri dalam solidaritas yang tegas dengan rakyat Iran dan dengan tegas mencela provokasi terang-terangan ini, yang merupakan bahaya besar dan ancaman serius bagi perdamaian, keamanan, dan stabilitas seluruh kawasan dan sekitarnya, dengan implikasi serius," kata Kantor Luar Negeri Pakistan.

"Serangan militer Israel melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran dan jelas melanggar Piagam PBB dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Iran memiliki hak untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB," lanjut kantor tersebut.

Pakistan mencatat bahwa masyarakat internasional dan PBB memikul tanggung jawab untuk menegakkan hukum internasional. "Hentikan agresi ini segera dan minta pertanggungjawaban agresor atas tindakannya," imbuh kantor tersebut.

Menteri Luar Negeri Ishaq Dar juga mencatat bahwa serangan Israel merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Iran.

"Tindakan keji ini telah mengguncang fondasi hukum internasional serta hati nurani manusia, dan sangat merusak stabilitas regional dan keamanan internasional. Pakistan berdiri dalam solidaritas dengan pemerintah dan rakyat Iran," katanya dalam sebuah pernyataan di X.

3. Arab Saudi


Arab Saudi mengutuk agresi terang-terangan Israel terhadap Iran.

“Kerajaan Arab Saudi menyampaikan kutukan dan kecaman keras atas agresi terang-terangan Israel terhadap Republik Islam Iran, yang merusak kedaulatan dan keamanannya serta merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum dan norma internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.

4. Oman


Oman, yang menjadi penengah perundingan nuklir Iran-AS, mengecam agresi Israel.

“Oman menganggap tindakan ini sebagai eskalasi yang berbahaya dan gegabah, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, prinsip-prinsip hukum internasional. Perilaku agresif dan terus-menerus seperti itu tidak dapat diterima dan semakin mengganggu perdamaian dan keamanan regional," kata pemerintah Oman.

“Kesultanan Oman menganggap Israel bertanggung jawab atas eskalasi ini dan konsekuensinya, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas dan tegas untuk menghentikan tindakan berbahaya ini," paparnya.

5. Uni Emirat Arab


Uni Emirat Arab (UEA) mengutuk "dengan kata-kata yang paling keras" serangan Israel terhadap Iran, dan mendesak langkah diplomasi.

UEA adalah salah satu dari segelintir negara Arab yang mengakui Israel, setelah menandatangani Perjanjian Abraham pada tahun 2020.

Kementerian Luar Negeri-nya menekankan pentingnya menjalankan pengekangan diri agar konflik tidak meluas.

6. PBB


Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk setiap eskalasi militer di Timur Tengah. Dia sangat prihatin dengan serangan Israel terhadap instalasi nuklir di Iran sementara pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat tentang status program nuklir Iran sedang berlangsung.

“Sekretaris Jenderal meminta kedua belah pihak untuk menunjukkan pengekangan diri yang maksimal, menghindari dengan segala cara agar tidak terjadi konflik yang lebih dalam, situasi yang hampir tidak dapat ditanggung oleh kawasan tersebut," kata juru bicara Guterres.

7. Turki


Seorang pejabat tinggi Turki mengutuk Israel, menggambarkannya sebagai agresi yang biadab dan tidak dapat dibenarkan.

Omer Celik, juru bicara partai yang berkuasa di bawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyatakan bahwa tindakan itu adalah taktik pengalihan, yang bertujuan mengalihkan perhatian dari kritik internasional atas tindakan Israel di Gaza.

"Tidak ada legitimasi atau pembenaran atas serangan Israel. Ini adalah agresi biadab," kata Celik dalam sebuah postingan di X.

Celik kemudian menuduh Israel bermusuhan terhadap upaya diplomatik, dengan mencatat bahwa serangan itu terjadi di tengah negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.

8. India


India mendesak Israel dan Iran untuk tidak meningkatkan ketegangan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal mendesak Israel dan Iran untuk menghindari langkah-langkah eskalasi apa pun, dengan mengatakan India memiliki hubungan "dekat dan bersahabat" dengan kedua negara.

"India mendesak dialog dan diplomasi dan memantau dengan saksama situasi yang berkembang, termasuk laporan terkait serangan terhadap situs nuklir," ujarnya.

"India "siap memberikan semua dukungan yang memungkinkan."

9. Australia


Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong khawatir dengan pecahnya konflik Iran dan Israel.

"Australia khawatir dengan eskalasi antara Israel dan Iran. Hal ini berisiko semakin mengganggu stabilitas kawasan yang sudah tidak stabil. Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dari tindakan dan retorika yang akan semakin memperburuk ketegangan," katanya.

"Kita semua memahami ancaman program rudal balistik dan nuklir Iran merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan kami mendesak para pihak untuk memprioritaskan dialog dan diplomasi," paparnya.

10. Selandia Baru


Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon menyesalkan pecahnya eskalasi Iran-Israel.

"Ini adalah perkembangan yang sangat tidak diinginkan di Timur Tengah. Risiko salah perhitungan sangat tinggi. Kawasan itu tidak memerlukan tindakan militer lagi, dan risiko yang terkait dengannya," katanya.

11. Jepang


Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mendesak langkah diplomatik.

“Jepang terus melakukan semua upaya diplomatik yang diperlukan untuk mencegah memburuknya situasi lebih lanjut, sambil menerapkan setiap langkah yang memungkinkan untuk memastikan perlindungan warga negara Jepang," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved