Perang Iran-Israel Pecah, Begini Reaksi Dunia
Jum'at, 13 Juni 2025 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
3. Arab Saudi
Arab Saudi mengutuk agresi terang-terangan Israel terhadap Iran.
“Kerajaan Arab Saudi menyampaikan kutukan dan kecaman keras atas agresi terang-terangan Israel terhadap Republik Islam Iran, yang merusak kedaulatan dan keamanannya serta merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum dan norma internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.
4. Oman
Oman, yang menjadi penengah perundingan nuklir Iran-AS, mengecam agresi Israel.
“Oman menganggap tindakan ini sebagai eskalasi yang berbahaya dan gegabah, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, prinsip-prinsip hukum internasional. Perilaku agresif dan terus-menerus seperti itu tidak dapat diterima dan semakin mengganggu perdamaian dan keamanan regional," kata pemerintah Oman.
“Kesultanan Oman menganggap Israel bertanggung jawab atas eskalasi ini dan konsekuensinya, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas dan tegas untuk menghentikan tindakan berbahaya ini," paparnya.
5. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab (UEA) mengutuk "dengan kata-kata yang paling keras" serangan Israel terhadap Iran, dan mendesak langkah diplomasi.
UEA adalah salah satu dari segelintir negara Arab yang mengakui Israel, setelah menandatangani Perjanjian Abraham pada tahun 2020.
Kementerian Luar Negeri-nya menekankan pentingnya menjalankan pengekangan diri agar konflik tidak meluas.
6. PBB
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengutuk setiap eskalasi militer di Timur Tengah. Dia sangat prihatin dengan serangan Israel terhadap instalasi nuklir di Iran sementara pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat tentang status program nuklir Iran sedang berlangsung.
“Sekretaris Jenderal meminta kedua belah pihak untuk menunjukkan pengekangan diri yang maksimal, menghindari dengan segala cara agar tidak terjadi konflik yang lebih dalam, situasi yang hampir tidak dapat ditanggung oleh kawasan tersebut," kata juru bicara Guterres.
7. Turki
Seorang pejabat tinggi Turki mengutuk Israel, menggambarkannya sebagai agresi yang biadab dan tidak dapat dibenarkan.
Omer Celik, juru bicara partai yang berkuasa di bawah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyatakan bahwa tindakan itu adalah taktik pengalihan, yang bertujuan mengalihkan perhatian dari kritik internasional atas tindakan Israel di Gaza.
"Tidak ada legitimasi atau pembenaran atas serangan Israel. Ini adalah agresi biadab," kata Celik dalam sebuah postingan di X.
Lihat Juga :