Konflik dengan China Memanas, India Tes Tembak Rudal Hipersonik Pertamanya
Selasa, 08 September 2020 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Pertahanan Rajnath Singh melalui Twitter mengatakan HSTDV dikembangkan sendiri oleh India. Menurut para pejabat, HSTDV akan memberdayakan platform rudal dan kendaraan udara jarak jauh futuristik. HSTDV dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO). Singh memuji DRDO atas keberhasilan uji coba HSTDV. (Baca: Para Tentara China dan India Bentrok Tangan Kosong di Pangong Tso )
Ketua DRDO, G. Satheesh Reddy, berkata, "Ini adalah terobosan teknologi utama di negara ini. Pengujian ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi, material, dan kendaraan hipersonik yang lebih kritis. Hal ini menempatkan India di klub negara terpilih yang telah mendemonstrasikan teknologi ini."
HSTDV adalahkendaraanpendemonstrasi scramjet tak berawak untuk penerbangan berkecepatan hipersonik, yang dapat terbang dengan kecepatan Mach 6 dan bergerak hingga ketinggian 32,5 km dalam 20 detik. Selain kegunaannya untuk rudal udara jarak jauh, teknologi ini juga akan memiliki banyak aplikasi sipil. Sesuai dengan harapan pemerintah, HSTDV juga dapat digunakan untuk meluncurkan satelit dengan biaya rendah. (Baca juga: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )
Ketua DRDO, G. Satheesh Reddy, berkata, "Ini adalah terobosan teknologi utama di negara ini. Pengujian ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi, material, dan kendaraan hipersonik yang lebih kritis. Hal ini menempatkan India di klub negara terpilih yang telah mendemonstrasikan teknologi ini."
HSTDV adalahkendaraanpendemonstrasi scramjet tak berawak untuk penerbangan berkecepatan hipersonik, yang dapat terbang dengan kecepatan Mach 6 dan bergerak hingga ketinggian 32,5 km dalam 20 detik. Selain kegunaannya untuk rudal udara jarak jauh, teknologi ini juga akan memiliki banyak aplikasi sipil. Sesuai dengan harapan pemerintah, HSTDV juga dapat digunakan untuk meluncurkan satelit dengan biaya rendah. (Baca juga: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )
(min)
Lihat Juga :