Detik-detik Mengerikan saat Pesawat Air India Jatuh dan Meledak di Ahmedabad

Kamis, 12 Juni 2025 - 20:02 WIB
loading...
Detik-detik Mengerikan...
Rekaman detik-detik saat pesawat Air India jatuh setelah lepas landas di Ahmedabad, India. Foto/pti/ndtv
A A A
AHMEDABAD - Siang itu, langit Ahmedabad tampak cerah ketika pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI171 bersiap lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel. Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner itu mengangkut 230 penumpang dan 12 awak, termasuk dua pilot berpengalaman.

Mereka semua bersiap menempuh perjalanan panjang menuju London Gatwick. Seperti biasa, pengumuman keselamatan telah selesai, sabuk pengaman telah diklikkan, dan tak lama kemudian, roda pesawat meninggalkan landasan sekitar pukul 13.38 waktu setempat.

Tak satu pun dari mereka membayangkan bahwa ini akan menjadi penerbangan terakhir mereka.

Namun hanya dalam waktu kurang dari satu menit setelah lepas landas, hal-hal mulai berjalan sangat tidak beres. Menara pengawas menerima sinyal darurat “Mayday” dari kokpit, tanda universal bahwa pesawat berada dalam kondisi kritis.

Beberapa detik kemudian, sinyal transponder menghilang dari radar. Berdasarkan data pelacakan, pesawat hanya mencapai ketinggian sekitar 625 kaki sebelum kehilangan daya angkat dan mulai menukik tajam.

Kejadian berlangsung sangat cepat—hanya dalam rentang waktu di bawah 60 detik.

Penduduk setempat di kawasan Meghani Nagar, yang berada tidak jauh dari perimeter bandara, mendengar suara gemuruh seperti ledakan petir disertai getaran tanah.

Tak lama kemudian, mereka melihat bola api raksasa membumbung ke langit disertai suara menggelegar yang memekakkan telinga.

Pesawat menghantam atap bangunan hostel yang berada di kompleks BJ Medical College.

Badan pesawat langsung hancur saat menghantam struktur bangunan dan meledak, menciptakan kobaran api dahsyat dan kolom asap hitam yang menjulang tinggi dan bisa dilihat dari radius lebih dari lima kilometer.

Ledakan yang dihasilkan begitu besar karena pesawat membawa bahan bakar penuh untuk penerbangan lintas benua.

Percikan api menyebar ke sekitar gedung dan menyebabkan kebakaran hebat yang melahap sebagian besar struktur bangunan hostel atau asrama mahasiswa kedokteran.

Puing-puing pesawat tersebar di halaman, atap, dan beberapa bagian bahkan masuk ke ruang dalam bangunan.

Beberapa saksi mata mengatakan mereka melihat tubuh manusia terlempar keluar dari pesawat sebelum akhirnya terhempas ke tanah.

Tangisan, jeritan, dan bau bahan bakar bercampur dengan aroma daging terbakar memenuhi udara. Beberapa mahasiswa medis yang berada di dalam asrama turut menjadi korban, terperangkap tanpa sempat menyelamatkan diri.

Situasi segera berubah menjadi kekacauan. Unit pemadam kebakaran kota Ahmedabad segera dikerahkan, diikuti tim tanggap bencana dari National Disaster Response Force (NDRF) dan personel dari Border Security Force (BSF).

Para petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap mencoba menerobos kobaran api dan kepulan asap untuk mencari korban selamat.

Namun harapan itu nyaris pupus sejak awal. Polisi menyatakan tak ada satu pun penumpang yang selamat dalam tragedi tersebut.

Sekitar 100 jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sebagian besar hangus terbakar dan sulit dikenali.

Di dalam asrama, setidaknya 30 hingga 35 korban jiwa tercatat sementara, mayoritas adalah penghuni yang tengah istirahat siang di kamar masing-masing.

Sementara itu, suasana di rumah sakit utama Ahmedabad penuh dengan kesibukan. Ambulans berlalu-lalang melalui jalur khusus yang disiapkan, dikenal sebagai "green corridor" untuk mempercepat proses evakuasi korban.

Petugas medis dan relawan saling bahu membahu mengatur tempat tidur darurat, kantong jenazah, serta ruang identifikasi korban.

Rumah sakit bahkan mengimbau masyarakat umum agar tidak datang kecuali untuk kondisi kritis, karena seluruh sumber daya dialihkan untuk menangani tragedi ini.

Air India mendirikan pusat bantuan dan informasi bagi keluarga korban, menyediakan ruang khusus untuk konseling trauma dan pemrosesan data.

Dalam hitungan jam, tragedi ini menjadi perhatian dunia internasional. Kementerian Luar Negeri India menerima puluhan panggilan dari keluarga di Inggris, Kanada, Portugal, dan negara lain yang memiliki kerabat dalam penerbangan tersebut.

Pemerintah India, melalui Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), segera mengaktifkan tim investigasi bersama Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan (AAIB).

Perusahaan Boeing juga mengirimkan teknisi senior untuk bekerja sama mencari penyebab insiden. Kotak hitam pesawat (flight data recorder dan cockpit voice recorder) langsung diamankan dari reruntuhan untuk dianalisis.

Para pakar menyebut ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak pesawat itu digunakan secara komersial pada 2011, membuat industri penerbangan global tercengang.

Bersamaan dengan itu, media sosial dibanjiri ungkapan duka dari warga dan tokoh dunia. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut peristiwa ini sebagai “tragedi yang memilukan,” dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada semua keluarga korban.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pemerintah Inggris siap membantu dalam proses identifikasi dan pemulangan jenazah warganya.

Sementara di New York dan London, komunitas diaspora India menggelar doa bersama dan malam hening untuk menghormati korban.

Di India, bendera nasional dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung.

Secara paralel, investigasi teknis mulai mengarah pada berbagai kemungkinan: apakah terjadi kerusakan mesin? Kegagalan sistem avionik? Human error di kokpit? Ataukah faktor eksternal seperti serangan burung atau kondisi cuaca ekstrem yang tak terdeteksi radar?

Semua kemungkinan masih terbuka, dan otoritas meminta masyarakat bersabar hingga analisis kotak hitam selesai dilakukan.

Sementara itu, saham Boeing anjlok hingga hampir 8% dalam perdagangan hari itu, menandakan betapa besar dampak psikologis dan kepercayaan pasar terhadap tragedi ini.

Bandara Internasional Ahmedabad pun ditutup sementara. Semua penerbangan dialihkan, dan area sekitar lokasi kejadian disterilkan sepenuhnya.

Aparat keamanan berjaga ketat, dan hanya tim penyelamat serta petugas investigasi yang diizinkan mendekat. Puluhan warga sekitar turut membantu secara sukarela, mulai dari menyumbangkan makanan untuk petugas, membantu evakuasi jenazah, hingga menyediakan tempat tinggal bagi keluarga korban yang datang dari luar kota.

Tragedi ini menjadi pengingat kelam bagi dunia penerbangan: bahwa meskipun teknologi dan pelatihan semakin canggih, risiko tetap selalu ada.

Dalam hitungan detik, penerbangan yang seharusnya menjadi perjalanan biasa bisa berubah menjadi momen paling mengerikan dalam hidup.

Jatuhnya Air India AI171 di Ahmedabad menjadi salah satu kecelakaan paling memilukan dalam sejarah penerbangan modern India, dan meninggalkan luka mendalam yang tidak akan mudah dilupakan oleh mereka yang kehilangan orang-orang tercinta.

Baca juga: Bawa 242 Orang, Pesawat Air India Menuju London Jatuh Beberapa Saat setelah Lepas Landas di Ahmedabad
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved