Wagner Masih Eksis? Tentara Bayaran Itu Tinggalkan Mali karena Mengalami Kerugian Besar

Sabtu, 07 Juni 2025 - 18:25 WIB
loading...
A A A
Menurut pejabat AS, ada sekitar 2.000 tentara bayaran di Mali. Tidak jelas berapa banyak yang bersama Wagner dan berapa banyak yang menjadi bagian dari Africa Corps.

Beverly Ochieng, analis keamanan yang mengkhususkan diri dalam konsultan Sahel for Control Risks, mengatakan kementerian pertahanan Rusia telah bernegosiasi dengan Mali untuk menerima lebih banyak pejuang Africa Corps dan agar tentara bayaran Wagner bergabung dengan pasukan paramiliter yang dikendalikan negara Rusia.

“Sejak kematian Prigozhin, Rusia memiliki rencana untuk menempatkan Grup Wagner di bawah komando Kementerian Pertahanan. Salah satu langkah yang mereka ambil adalah merombak atau memperkenalkan Korps Afrika, yang merupakan cara paramiliter Rusia mempertahankan kehadiran di wilayah tempat Grup Wagner beroperasi,” kata Ochieng.

Wagner telah hadir di Mali sejak akhir 2021 setelah kudeta militer, menggantikan pasukan Prancis dan pasukan penjaga perdamaian internasional untuk membantu memerangi militan. Namun, tentara Mali dan tentara bayaran Rusia berjuang keras untuk mengekang kekerasan di negara itu dan keduanya dituduh menargetkan warga sipil.

Bulan lalu, pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak otoritas Mali untuk menyelidiki laporan tentang dugaan eksekusi singkat dan penghilangan paksa oleh tentara bayaran Wagner dan tentara.

Pada bulan Desember, Human Rights Watch menuduh angkatan bersenjata Mali dan Grup Wagner secara sengaja membunuh sedikitnya 32 warga sipil selama rentang waktu 8 bulan.

Pengumuman penarikan pasukan Wagner muncul saat tentara Mali dan tentara bayaran Rusia menderita kerugian besar selama serangan oleh kelompok JNIM yang terkait dengan al-Qaeda dalam beberapa minggu terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
Tentara Israel Menangis...
Tentara Israel Menangis usai Tinggalkan Koridor Netzarim di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved