Wagner Masih Eksis? Tentara Bayaran Itu Tinggalkan Mali karena Mengalami Kerugian Besar

Sabtu, 07 Juni 2025 - 18:25 WIB
loading...
Wagner Masih Eksis?...
Wagner tinggalkan Mali karena mengalami kerugian besar. Foto/X/@nickngei2
A A A
MOSKOW - Kelompok tentara bayaran Wagner yang didukung Rusia mengatakan mereka akan meninggalkan Mali setelah lebih dari tiga setengah tahun memerangi ekstremis dan pemberontak Islam di negara tersebut.

Meskipun Wagner telah mengumumkan hal tersebut, Rusia akan tetap memiliki kehadiran tentara bayaran di negara Afrika Barat tersebut. Korps Afrika, pasukan paramiliter yang dikendalikan negara Rusia, mengatakan di saluran Telegramnya pada hari Jumat bahwa kepergian Wagner tidak akan membawa perubahan apa pun dan kontingen Rusia akan tetap berada di Mali.

“Misi tercapai. Perusahaan Militer Swasta Wagner kembali ke rumah,” kelompok itu mengumumkan melalui salurannya di aplikasi perpesanan Telegram, dilansir AP. Dikatakan bahwa mereka telah membawa semua ibu kota regional di bawah kendali tentara Mali, mengusir militan bersenjata, dan membunuh komandan mereka.

Mali, bersama dengan negara tetangga Burkina Faso dan Niger, selama lebih dari satu dekade memerangi pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata, termasuk beberapa yang bersekutu dengan al-Qaeda dan kelompok ISIS.

Ketika pengaruh Barat di wilayah tersebut memudar, Rusia telah berusaha untuk mengisi kekosongan itu, dengan menawarkan bantuan. Moskow awalnya memperluas kerja sama militernya dengan negara-negara Afrika dengan menggunakan Grup Wagner yang terdiri dari tentara bayaran. Namun sejak pemimpin kelompok itu, Yevgeny Prigozhin, tewas dalam kecelakaan pesawat pada tahun 2023, setelah melancarkan pemberontakan bersenjata singkat di Rusia yang menantang kekuasaan Presiden Vladimir Putin, Moskow telah mengembangkan Korps Afrika sebagai kekuatan saingan Wagner.

Baca Juga: Aliansi Eropa - Yahudi di Ujung Tanduk

Africa Corps berada di bawah komando langsung kementerian pertahanan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved