Mata-mata Prancis Ketiga Ditemukan Tewas dalam Keadaan Misterius
Kamis, 05 Juni 2025 - 21:30 WIB
loading...
Logo Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri (DGSI), badan intelijen domestik Prancis di bawah Kementerian Dalam Negeri. Foto/anadolu
A
A
A
PARIS - Seorang perwira intelijen Prancis ditemukan tewas di tempat parkir di tempat kerjanya di Levallois-Perret, pinggiran kota Paris. Menurut pihak berwenang, perwira intelijen itu bunuh diri.
Media Prancis melaporkan hal itu pada hari Rabu (5/6/2025). Pria tersebut, yang namanya belum dipublikasikan, ditemukan pada Senin sore di dalam kendaraan dinas yang diparkir di garasi bawah tanah Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri (DGSI), badan intelijen domestik Prancis di bawah Kementerian Dalam Negeri.
Badan ini bekerja sama dengan Kepolisian Nasional dan Gendarmerie Nasional, tetapi secara khusus bertugas melakukan pengawasan, kontra-spionase, dan memerangi terorisme serta kejahatan dunia maya.
Ia meninggal karena luka tembak di kepala yang disebabkan senjata dinasnya, Le Parisien dan Actu17 melaporkan, mengutip sumber kepolisian dan pengadilan.
Media melaporkan surat perpisahan ditemukan di rumah perwira tersebut. Istrinya dilaporkan menghubungi pihak berwenang setelah menemukan catatan tulisan tangan tersebut, yang mendorong pencarian oleh rekan-rekannya di dalam kantor pusat DGSI.
Pencarian tersebut mengarah pada penemuan jasadnya di dalam mobil. Meskipun isi catatan tersebut belum dipublikasikan, namun dilaporkan berisi pernyataan niat untuk bunuh diri.
Kantor kejaksaan setempat telah memulai penyelidikan untuk menentukan penyebab kematian. Unit inspeksi internal DGSI menangani kasus tersebut.
Ini adalah dugaan bunuh diri ketiga yang melibatkan seorang petugas DGSI dalam lima bulan. Pada bulan Januari, seorang petugas lainnya dilaporkan bunuh diri dalam situasi yang sama di ruang bawah tanah lembaga tersebut.
Dua hari sebelumnya, seorang petugas lainnya menembak dirinya sendiri di rumah, yang dilaporkan karena masalah pribadi yang tidak terkait dengan pekerjaan.
Tidak ada komentar resmi yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Prancis atau DGSI.
Menurut Actu17, kasus terbaru ini menambah jumlah bunuh diri dalam kepolisian nasional Prancis menjadi 10 sejak awal tahun ini.
Baca juga: Mobil Militer AS Pajang Kata Kafir dan Salib di Suriah, Warga: Itu Provokasi!
Media Prancis melaporkan hal itu pada hari Rabu (5/6/2025). Pria tersebut, yang namanya belum dipublikasikan, ditemukan pada Senin sore di dalam kendaraan dinas yang diparkir di garasi bawah tanah Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri (DGSI), badan intelijen domestik Prancis di bawah Kementerian Dalam Negeri.
Badan ini bekerja sama dengan Kepolisian Nasional dan Gendarmerie Nasional, tetapi secara khusus bertugas melakukan pengawasan, kontra-spionase, dan memerangi terorisme serta kejahatan dunia maya.
Ia meninggal karena luka tembak di kepala yang disebabkan senjata dinasnya, Le Parisien dan Actu17 melaporkan, mengutip sumber kepolisian dan pengadilan.
Media melaporkan surat perpisahan ditemukan di rumah perwira tersebut. Istrinya dilaporkan menghubungi pihak berwenang setelah menemukan catatan tulisan tangan tersebut, yang mendorong pencarian oleh rekan-rekannya di dalam kantor pusat DGSI.
Pencarian tersebut mengarah pada penemuan jasadnya di dalam mobil. Meskipun isi catatan tersebut belum dipublikasikan, namun dilaporkan berisi pernyataan niat untuk bunuh diri.
Kantor kejaksaan setempat telah memulai penyelidikan untuk menentukan penyebab kematian. Unit inspeksi internal DGSI menangani kasus tersebut.
Ini adalah dugaan bunuh diri ketiga yang melibatkan seorang petugas DGSI dalam lima bulan. Pada bulan Januari, seorang petugas lainnya dilaporkan bunuh diri dalam situasi yang sama di ruang bawah tanah lembaga tersebut.
Dua hari sebelumnya, seorang petugas lainnya menembak dirinya sendiri di rumah, yang dilaporkan karena masalah pribadi yang tidak terkait dengan pekerjaan.
Tidak ada komentar resmi yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Prancis atau DGSI.
Menurut Actu17, kasus terbaru ini menambah jumlah bunuh diri dalam kepolisian nasional Prancis menjadi 10 sejak awal tahun ini.
Baca juga: Mobil Militer AS Pajang Kata Kafir dan Salib di Suriah, Warga: Itu Provokasi!
(sya)
Lihat Juga :