'Baba Vanga'-nya Jepang Ramal Bencana Besar Terjadi 5 Juli 2025, Orang-orang Ketakutan
Kamis, 05 Juni 2025 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Reservasi penerbangan ke Jepang dari pasar-pasar utama seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong anjlok drastis setelah ramalan tersebut.
Menurut survei oleh Bloomberg Intelligence, pemesanan dari Hong Kong turun 50% dari tahun ke tahun sementara perjalanan antara akhir Juni dan awal Juli anjlok hingga 83%.
Perjalanan musim panas bukan satu-satunya yang terdampak oleh komik yang meramalkan masa depan. Sebuah agen perjalanan HK mengeklaim bahwa reservasi perjalanan ke Jepang selama liburan musim semi April-Mei turun setengah dari tahun lalu.
Para pejabat Jepang sejak itu memohon kepada orang-orang untuk mengabaikan peringatan tersebut, yang mereka klaim sama sekali tidak berdasar.
“Akan menjadi masalah besar jika penyebaran rumor yang tidak ilmiah di media sosial berdampak pada pariwisata,” kata Yoshihiro Murai, gubernur prefektur Miyagi—salah satu yang paling terpukul selama gempa bumi 2011—dalam sebuah konferensi pers.
"Tidak ada alasan untuk khawatir karena orang Jepang tidak melarikan diri ke luar negeri. Saya harap orang-orang akan mengabaikan rumor tersebut dan berkunjung," paparnya.
Meskipun demikian, bahkan pejabat negara merasa khawatir dengan gempa bumi akhir-akhir ini—dan bukan hanya karena manga karya Tatsuki, yang edisi terbarunya telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.
Pada bulan April, satuan tugas pemerintah memperingatkan bahwa gempa bumi yang berasal dari lepas pantai Pasifik Jepang akan menewaskan sebanyak 298.000 orang.
Menurut survei oleh Bloomberg Intelligence, pemesanan dari Hong Kong turun 50% dari tahun ke tahun sementara perjalanan antara akhir Juni dan awal Juli anjlok hingga 83%.
Perjalanan musim panas bukan satu-satunya yang terdampak oleh komik yang meramalkan masa depan. Sebuah agen perjalanan HK mengeklaim bahwa reservasi perjalanan ke Jepang selama liburan musim semi April-Mei turun setengah dari tahun lalu.
Para pejabat Jepang sejak itu memohon kepada orang-orang untuk mengabaikan peringatan tersebut, yang mereka klaim sama sekali tidak berdasar.
“Akan menjadi masalah besar jika penyebaran rumor yang tidak ilmiah di media sosial berdampak pada pariwisata,” kata Yoshihiro Murai, gubernur prefektur Miyagi—salah satu yang paling terpukul selama gempa bumi 2011—dalam sebuah konferensi pers.
"Tidak ada alasan untuk khawatir karena orang Jepang tidak melarikan diri ke luar negeri. Saya harap orang-orang akan mengabaikan rumor tersebut dan berkunjung," paparnya.
Meskipun demikian, bahkan pejabat negara merasa khawatir dengan gempa bumi akhir-akhir ini—dan bukan hanya karena manga karya Tatsuki, yang edisi terbarunya telah terjual lebih dari 1 juta eksemplar.
Pada bulan April, satuan tugas pemerintah memperingatkan bahwa gempa bumi yang berasal dari lepas pantai Pasifik Jepang akan menewaskan sebanyak 298.000 orang.
Lihat Juga :