Diserang Ukraina, Wilayah Zaporizhzhia dan Kherson yang Dikuasai Rusia Gelap Gulita

Selasa, 03 Juni 2025 - 10:51 WIB
loading...
Diserang Ukraina, Wilayah...
Serangan Ukraina membuat wilayah Zaporizhzhia dan Kherson yang dikuasai Rusia menjadi gelap gulita. Foto/Telegram/SALDO_VGA
A A A
KYIV - Penembakan dan serangan pesawat nirawak Ukraina pada hari Senin memicu pemadaman listrik di wilayah Zaporizhzhia dan Kherson yang dikuasai Rusia. Para pejabat pilihan Moskow di dua wilayah itu menggambarkan kondisi yang gelap gulita tanpa listrik.

Meski demikian, para pejabat tersebut mengeklaim tidak ada dampak pada operasi di pembangkit listik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia—fasilitas nuklir terbesar di Eropa yang direbut oleh Rusia dalam beberapa minggu setelah invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.

Pejabat Rusia yang mengelola PLTN Zaporizhzhia mengatakan tingkat radiasi di fasilitas tersebut normal, yang beroperasi dalam mode mati dan tidak menghasilkan listrik saat ini.

Baca Juga: Ukraina Bombardir 5 Pangkalan Udara Rusia: Lebih dari 40 Pesawat Dihantam, Termasuk Bomber Nuklir

Gubernur yang ditunjuk Rusia di kedua wilayah tersebut mengatakan serangan Ukraina mendorong pihak berwenang untuk memperkenalkan tindakan darurat dan mengalihkan lokasi utama ke sumber daya listrik cadangan.

Listrik padam di seluruh wilayah Zaporizhzhia yang berada di bawah kendali Rusia, tulis gubernur yang ditunjuk Rusia, Yevgeny Belitsky, di Telegram, Selasa (3/6/2025).

“Akibat penembakan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, peralatan bertegangan tinggi rusak di bagian barat laut wilayah Zaporizhzhia,” tulis Belitsky, yang dikutip Reuters.

“Tidak ada listrik di seluruh wilayah. Kementerian Energi wilayah Zaporizhzhia telah diinstruksikan untuk mengembangkan sumber daya listrik cadangan. Lokasi perawatan kesehatan telah dipindahkan ke sumber daya listrik cadangan," paparnya.

Di wilayah Kherson yang berdekatan, lebih jauh ke barat, gubernur yang ditunjuk Rusia; Vladimir Saldo, mengatakan puing-puing dari pesawat nirawak yang jatuh telah merusak dua gardu induk, memutus aliran listrik ke lebih dari 100.000 penduduk di 150 kota dan desa di wilayah yang dikuasai Rusia. Petugas darurat, katanya, bekerja untuk memulihkan aliran listrik dengan cepat.

Selama berbulan-bulan di musim dingin, kota-kota dan desa-desa Ukraina mengalami pemadaman listrik berulang-ulang karena serangan Rusia menargetkan fasilitas energi.

Masing-masing pihak telah saling tuduh melancarkan serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia dan menanggung risiko kecelakaan nuklir.

Pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan minggu lalu sebagai tanggapan atas keluhan Ukraina bahwa mereka tidak melihat tanda-tanda Rusia sedang bersiap untuk memulai kembali operasi PLTN Zaporizhzhia dan menghubungkannya ke jaringan listrik Rusia.

IAEA telah menempatkan monitor secara permanen di Zaporizhzhia dan PLTN Ukraina lainnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved