Trump Sebar Teori Konspirasi 'Biden Telah Dieksekusi, Digantikan Klon Robot'
Senin, 02 Juni 2025 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Sejauh ini, Gedung Putih belum mengomentari unggahan ulang Presiden Trump. Di masa lalu, Trump telah menyerang ketajaman mental mantan Presiden Biden selama akhir masa jabatannya dan menyalahkan kesehatannya yang lemah atas segala macam penyakit masyarakat.
Dia juga telah mempromosikan teori yang menyatakan bahwa para pembantu Biden menggunakan otopen untuk memberlakukan kebijakan dan mengeluarkan pengampunan tanpa sepengetahuan politisi Partai Demokrat tersebut.
Kegemaran Trump untuk berbagi teori konspirasi yang telah dibantah atau tidak berdasar tidak terbatas pada media sosial. Bulan lalu, saat menjamu Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Oval Office, Trump mengeklaim bahwa warga kulit putih Afrika Selatan menjadi korban genosida, meskipun data polisi tidak menunjukkan bahwa populasi kulit putih di negara Afrika itu lebih rentan daripada kelompok lain.
Menurut laporan The New York Times, Senin (2/6/2025), masa jabatan pertama pemimpin dari Partai Republik itu di Gedung Putih dipenuhi dengan pernyataan palsu atau menyesatkan. Dia dilaporkan membuat 30.573 pernyataan menyesatkan, atau rata-rata 21 pernyataan sehari, dan berulang kali menyebarkan teori konspirasi menjelang Pemilu 2024.
Analisis The New York Times terhadap ribuan unggahan dan unggahan ulang media sosial Presiden selama periode enam bulan pada tahun 2024 menemukan bahwa sedikitnya 330 di antaranya menggambarkan rencana rahasia dan palsu terhadap dirinya atau rakyat Amerika dan entitas tertentu yang diduga bertanggung jawab atasnya. Ini termasuk dugaan bahwa FBI telah memerintahkan pembunuhannya dan tuduhan bahwa pejabat pemerintah telah mengatur kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021.
Dia juga telah mempromosikan teori yang menyatakan bahwa para pembantu Biden menggunakan otopen untuk memberlakukan kebijakan dan mengeluarkan pengampunan tanpa sepengetahuan politisi Partai Demokrat tersebut.
Kegemaran Trump untuk berbagi teori konspirasi yang telah dibantah atau tidak berdasar tidak terbatas pada media sosial. Bulan lalu, saat menjamu Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Oval Office, Trump mengeklaim bahwa warga kulit putih Afrika Selatan menjadi korban genosida, meskipun data polisi tidak menunjukkan bahwa populasi kulit putih di negara Afrika itu lebih rentan daripada kelompok lain.
Menurut laporan The New York Times, Senin (2/6/2025), masa jabatan pertama pemimpin dari Partai Republik itu di Gedung Putih dipenuhi dengan pernyataan palsu atau menyesatkan. Dia dilaporkan membuat 30.573 pernyataan menyesatkan, atau rata-rata 21 pernyataan sehari, dan berulang kali menyebarkan teori konspirasi menjelang Pemilu 2024.
Analisis The New York Times terhadap ribuan unggahan dan unggahan ulang media sosial Presiden selama periode enam bulan pada tahun 2024 menemukan bahwa sedikitnya 330 di antaranya menggambarkan rencana rahasia dan palsu terhadap dirinya atau rakyat Amerika dan entitas tertentu yang diduga bertanggung jawab atasnya. Ini termasuk dugaan bahwa FBI telah memerintahkan pembunuhannya dan tuduhan bahwa pejabat pemerintah telah mengatur kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021.
(mas)
Lihat Juga :