Macron Sebut AS dan Eropa Bisa Kehilangan Kredibilitas karena 2 Perang, Mengapa?

Sabtu, 31 Mei 2025 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Macron mengatakan bahwa di masa lalu ia menolak aliansi Barat NATO yang memiliki peran di Asia, "karena saya tidak ingin terlibat dengan persaingan strategis orang lain".

"Tetapi apa yang terjadi dengan Korea Utara yang hadir bersama Rusia di tanah Eropa adalah pertanyaan besar bagi kita semua," katanya.

"Jadi inilah mengapa jika Tiongkok tidak ingin NATO terlibat di Asia Tenggara atau Asia, mereka harus mencegah jelas [Korea Utara] tidak terlibat di tanah Eropa."

Mathieu Duchatel, direktur studi internasional di lembaga pemikir Institut Montaigne yang berbasis di Paris, mengatakan komentar Macron tentang kredibilitas telah "menyiratkan kritik terhadap kebijakan Timur Tengah AS, dan seruan langsung kepada AS untuk menyesuaikan diplomasinya terhadap Rusia".

Para pengamat setuju bahwa Tiongkok kemungkinan akan marah dengan pidato Macron, dengan Dr Duchatel mencatat komentar pemimpin Prancis itu tentang Taiwan adalah "yang terjauh yang pernah ia lakukan" dalam masalah tersebut.

Beberapa bagian Asia mungkin menyambut baik pesan Macron tentang otonomi strategis mengingat kecemasan mereka dalam memilih antara AS dan Tiongkok, kata Andrew Small, peneliti senior program Asia-Pasifik dari lembaga pemikir GMF yang berbasis di Washington.

"Argumennya adalah bahwa sebagian besar dunia tidak ingin terjebak dengan dikotomi ini dan ingin menyatukan beberapa versi tatanan global - itulah yang akan disetujui sejumlah negara di Asia," katanya. Di antara beberapa negara Eropa dan Asia, Dr Small mengatakan, ada "kekhawatiran nyata tentang bagaimana Tiongkok akan menafsirkan kemenangan Rusia" di Ukraina, sementara "pemerintahan Trump mengambil pandangan berbeda dan mencoba untuk membuktikan bahwa tidak ada yang salah".

Ia menambahkan bahwa pernyataan Macron tentang pengakuan negara Palestina - yang mana Prancis telah memimpin upaya Eropa - adalah untuk memberi sinyal "kami sedang bergerak maju dalam hal ini".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved