Kepala Kemanusiaan PBB: Kelaparan Penduduk Gaza karena Israel adalah Kejahatan Perang

Sabtu, 31 Mei 2025 - 07:05 WIB
loading...
Kepala Kemanusiaan PBB:...
Kelaparan melanda Gaza akibat blokade Israel. Foto/UNRWA
A A A
GAZA - Kepala kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, mengatakan kelaparan paksa yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza merupakan kejahatan perang. Fletcher adalah Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat.

"Kami melihat makanan ditaruh di perbatasan dan tidak diizinkan masuk sementara ada penduduk di seberang perbatasan yang kelaparan, dan kami mendengar menteri Israel mengatakan itu untuk memberi tekanan pada penduduk Gaza," ujar Fletcher dalam wawancara dengan BBC pada hari Jumat (30/5/2025).

Ketika ditanya apakah penilaiannya merupakan tuduhan kejahatan perang, Fletcher berkata, "Ya, benar. Itu diklasifikasikan sebagai kejahatan perang," seraya menambahkan, "Jelas, ini adalah masalah yang harus diputuskan pengadilan, dan pada akhirnya harus diputuskan sejarah."

Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya kritik internasional atas blokade Israel terhadap semua bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak 2 Maret, yang memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan.

Meskipun Israel mencabut blokade sebagian pekan lalu, PBB dan otoritas Gaza memperingatkan hal itu tidak cukup untuk mengatasi krisis.

Pernyataan Smotrich


Fletcher juga meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengingkari pernyataan terbaru yang dilaporkan dibuat Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang mengatakan warga Palestina di Gaza akan "benar-benar putus asa karena memahami tidak ada harapan dan tidak ada yang bisa diharapkan", dan mengklaim mereka ingin memulai "hidup baru di tempat lain".

Ia mendesak Netanyahu untuk memastikan "bahasa ini, dan akhirnya, kebijakan ini... pemindahan paksa, tidak diberlakukan."

Fletcher menekankan mediasi dan negosiasi diperlukan untuk mengakhiri situasi yang meningkat di Gaza.

“Saya tidak tahu lagi apa tujuan perang ini. Saya pikir perang ini jelas telah melampaui pembebasan sandera. Ada banyak pembicaraan tentang menghabisi Hamas,” ungkap dia.

Kepala kemanusiaan menekankan mediasi dan negosiasi diperlukan untuk menyelesaikan situasi yang meningkat di daerah kantong itu, menurut laporan BBC.

“Sebagai seorang kemanusiaan, minat saya hanyalah mendapatkan bantuan sebanyak mungkin, secepat mungkin, dan menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa selama kami masih bisa melakukannya,” ungkap Fletcher.

Kekejaman Abad ke-21


Dalam pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB awal bulan ini, Fletcher meminta masyarakat internasional merenungkan apa yang akan disampaikannya kepada generasi mendatang tentang tindakan yang diambil “untuk menghentikan kekejaman abad ke-21 yang kita saksikan setiap hari di Gaza.”

Ia mempertanyakan apakah “kita akan menggunakan kata-kata kosong itu, ‘kita telah melakukan semua yang kita bisa,’” dan mendesak Dewan bertindak tegas guna mencegah terjadinya genosida.

Fletcher juga, pada saat itu, menolak rencana distribusi bantuan Israel dengan mengatakan, "Bagi siapa pun yang masih berpura-pura ragu, modalitas distribusi yang dirancang Israel bukanlah jawabannya."

Dia mengatakan, “Rencana itu menjadikan kelaparan sebagai alat tawar-menawar. Itu adalah tontonan sampingan yang sinis. Pengalihan perhatian yang disengaja. Kedok untuk kekerasan dan pengungsian lebih lanjut."

Fletcher mencatat, "Kami telah menggambarkan penghalangan yang disengaja terhadap operasi bantuan dan pembongkaran sistematis kehidupan Palestina, dan yang menopangnya, di Gaza."

"Apakah Anda akan bertindak, dengan tegas, untuk mencegah genosida dan untuk memastikan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional? Atau apakah Anda akan mengatakan sebaliknya, 'kami telah melakukan semua yang kami bisa?'" tanya pejabat PBB itu.

Meningkatnya Jumlah Korban Tewas


Sejak Israel mengingkari gencatan senjata pada 18 Maret, Israel telah membunuh dan melukai ribuan warga Palestina di seluruh Jalur Gaza melalui pemboman udara berdarah dan berkelanjutan.

Pada tanggal 7 Oktober 2023, setelah operasi Perlawanan Palestina di Israel selatan, militer Israel melancarkan perang genosida terhadap warga Palestina, menewaskan lebih dari 54.000 orang, melukai lebih dari 123.000 orang, dan lebih dari 14.000 orang masih hilang.

Meskipun banyak negara di seluruh dunia mengutuk genosida Israel, hanya sedikit yang dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Israel saat ini sedang diselidiki atas kejahatan genosida oleh Mahkamah Internasional, sementara para penjahat perang yang dituduh, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sekarang secara resmi dicari Mahkamah Kriminal Internasional.

Genosida Israel sebagian besar dipertahankan, didukung, dan dibiayai Washington dan beberapa kekuatan Barat lainnya.

Baca juga: Jejak Karbon dari Perang Genosida Israel di Gaza Melampaui 100 Negara
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Dikritik karena Terima...
Dikritik karena Terima Hadiah Pesawat Air Force One dari Qatar, Ini Jawaban Trump
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Comeback Lewat Film...
Comeback Lewat Film Seni Merayu Tuhan, Onad Ungkap Kekagumannya pada Habib Jafar
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved