CIA Kehabisan Informan dan Mata-mata Internasional

Kamis, 29 Mei 2025 - 21:42 WIB
loading...
CIA Kehabisan Informan...
Logo CIA. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - CIA tengah berjuang menghadapi kesulitan dalam merekrut informan asing dan "membutuhkan lebih banyak mata-mata." Kabar itu dilaporkan The Washington Post pada hari Rabu (28/5/2025), mengutip pernyataan pejabat intelijen saat ini dan sebelumnya.

Masalah utama yang disebutkan sumber-sumber tersebut adalah menjamurnya sistem pengawasan publik secara global dan kemajuan dalam pengenalan wajah, yang mempersulit para agen menghindari deteksi.

Wakil Direktur CIA Michael Ellis mengakui masalah tersebut dalam wawancara publik baru-baru ini. Dia mengatakan, “Meskipun beberapa alat dan teknik dari tahun 1960-an atau 70-an mungkin masih berfungsi saat ini, banyak di antaranya yang perlu diperbarui dan disegarkan."

Menurut WaPo, pejabat lain menunjuk pada kemunduran di masa lalu, termasuk perekrutan pejabat China yang agresif oleh badan tersebut pada awal tahun 2000-an.

Pasukan keamanan Beijing kemudian membongkar jaringan tersebut, dilaporkan memenjarakan dan mengeksekusi hingga dua lusin aset CIA.

Pandemi COVID-19 juga menghambat operasi, menurut laporan itu, dengan mengganggu pertemuan tatap muka dengan informan karena pembatasan perjalanan.

Rencana Presiden AS Donald Trump saat ini untuk menutup 10 kedutaan dan 17 konsulat sebagai bagian dari pemotongan anggaran mengancam akan semakin mengurangi jejak CIA secara global.

Dalam upaya menarik pembelot, CIA telah memproduksi apa yang digambarkan oleh laporan tersebut sebagai video "berkualitas Hollywood" yang menargetkan penonton Rusia dan China, yang telah didistribusikan melalui media sosial.

Sementara para pejabat mengatakan kepada Post bahwa beberapa orang Rusia telah menanggapi, mereka menolak memberikan rincian.

Iklan tersebut memicu ketidakpercayaan di kedua negara dan parodi yang membalikkan pesan agensi tersebut dengan menyoroti masalah Amerika.

Di dalam negeri, perekrutan agen baru CIA telah menurun dengan persentase dua digit sejak 2019, seorang mantan pejabat mengatakan kepada Post.

Surat kabar itu mencatat arahan terbaru dari Gedung Putih yang menyebabkan beredarnya daftar perekrutan baru yang tidak dirahasiakan, termasuk nama depan dan inisial, dapat memengaruhi moral dan keamanan.

Pada tahun 2021, badan tersebut diejek karena video rekrutmen yang menampilkan "Milenial cisgender yang telah didiagnosis dengan gangguan kecemasan umum."

Ellis mengatakan kepemimpinan saat ini difokuskan pada pembangunan "meritokrasi terbaik di CIA."

Baca juga: Indonesia Disebut akan Beli Jet Tempur Bekas J-10 China dan Su-35 Rusia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved