PM Sharif: Pakistan Tembak Jatuh 6 Jet Tempur India, Termasuk 4 Rafale
Kamis, 29 Mei 2025 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Pertahanan India Rajnath Singh menyetujui prototipe Pesawat Tempur Menengah Canggih (AMCA) generasi ke-5, kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan, menyebutnya sebagai "dorongan signifikan menuju peningkatan kemampuan pertahanan dalam negeri India."
"Badan Pengembangan Penerbangan (ADA) India—sebuah badan pemerintah di bawah Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab atas desain pesawat—siap untuk melaksanakan program tersebut melalui kemitraan industri," paparnya, seperti dikutip EurAsian Times, Kamis (29/5/2025).
"Ini adalah langkah penting...yang akan menjadi tonggak utama menuju aatmanirbharta (kemandirian) di sektor kedirgantaraan."
Pembelian senjata India terus meningkat hingga mencapai hampir 10 persen dari seluruh impor secara global pada tahun 2019-2023, kata Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) tahun lalu.
Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini telah memperdalam kerja sama pertahanan dengan negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk aliansi Quad dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, karena negara ini perlahan-lahan mulai menjauh dari ketergantungannya yang sudah lama pada perangkat keras militer Rusia.
India menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar pada bulan April untuk membeli 36 jet tempur Rafale dari Dassault Aviation Prancis, menambah 36 jet yang telah diperoleh, dan menggantikan jet MiG-29K Rusia.
Namun, Singh juga telah berjanji untuk mengamankan setidaknya USD100 miliar dalam kontrak perangkat keras militer domestik baru pada tahun 2033 untuk merangsang produksi senjata lokal.
Dekade ini, India telah membuka pabrik helikopter baru yang luas, meluncurkan kapal induk, kapal perang, dan kapal selam buatan dalam negeri pertamanya, dan melakukan uji coba rudal hipersonik jarak jauhnya yang berhasil.
"Badan Pengembangan Penerbangan (ADA) India—sebuah badan pemerintah di bawah Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab atas desain pesawat—siap untuk melaksanakan program tersebut melalui kemitraan industri," paparnya, seperti dikutip EurAsian Times, Kamis (29/5/2025).
"Ini adalah langkah penting...yang akan menjadi tonggak utama menuju aatmanirbharta (kemandirian) di sektor kedirgantaraan."
Pembelian senjata India terus meningkat hingga mencapai hampir 10 persen dari seluruh impor secara global pada tahun 2019-2023, kata Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) tahun lalu.
Negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini telah memperdalam kerja sama pertahanan dengan negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk aliansi Quad dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, karena negara ini perlahan-lahan mulai menjauh dari ketergantungannya yang sudah lama pada perangkat keras militer Rusia.
India menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar pada bulan April untuk membeli 36 jet tempur Rafale dari Dassault Aviation Prancis, menambah 36 jet yang telah diperoleh, dan menggantikan jet MiG-29K Rusia.
Namun, Singh juga telah berjanji untuk mengamankan setidaknya USD100 miliar dalam kontrak perangkat keras militer domestik baru pada tahun 2033 untuk merangsang produksi senjata lokal.
Dekade ini, India telah membuka pabrik helikopter baru yang luas, meluncurkan kapal induk, kapal perang, dan kapal selam buatan dalam negeri pertamanya, dan melakukan uji coba rudal hipersonik jarak jauhnya yang berhasil.
(mas)
Lihat Juga :