AS Akan Mulai Cabut Visa Mahasiswa China, Pendukung Trump Desak Putri Xi Jinping Diusir
Kamis, 29 Mei 2025 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Trump juga telah memperluas pemeriksaan media sosial terhadap mahasiswa asing serta berupaya meningkatkan deportasi dan mencabut visa pelajar sebagai bagian dari upaya luasnya untuk memenuhi agenda imigrasi garis kerasnya.
Putri Presiden China Xi Jinping, Xi Mingze, selalu menghindari sorotan publik. Namun, beberapa media China sebelumnya melaporkan bahwa dia kuliah di Universitas Harvard dengan nama samaran beberapa tahun lalu.
Laura Loomer, seorang pendukung Trump dan aktivis sayap kanan Make America Great Again (MAGA), menyambut langkah pemerintah AS dengan mendesak pengusiran putri Xi Jinping. "Ayo! Deportasi Putri Xi Jinping! Dia tinggal di Massachusetts dan kuliah di Harvard!" tulisnya di X.
“Sumber-sumber mengatakan kepada saya bahwa pengawal PLA [Tentara Pembebasan Rakyat dari CCP [Partai Komunis China] menyediakan keamanan pribadi untuknya di tanah AS di Massachusetts!” imbuh Loomer.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Donald Trump melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa asing, terutama asal China. Namun universitas elite itu menentang dengan mengajukan gugatan ke pengadilan untuk membatalkan larangan Trump.
Keputusan pengadilan belum keluar, namun kebijakan Trump tersebut telah memicu kecemasan di antara mahasiswa internasional di Universitas Harvard.
Kebijakan Trump juga dapat menyebabkan sekitar 87 mahasiswa asal Indonesia diusir dari Universitas Harvard. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia telah angkat bicara terkait masalah ini.
Putri Presiden China Xi Jinping, Xi Mingze, selalu menghindari sorotan publik. Namun, beberapa media China sebelumnya melaporkan bahwa dia kuliah di Universitas Harvard dengan nama samaran beberapa tahun lalu.
Laura Loomer, seorang pendukung Trump dan aktivis sayap kanan Make America Great Again (MAGA), menyambut langkah pemerintah AS dengan mendesak pengusiran putri Xi Jinping. "Ayo! Deportasi Putri Xi Jinping! Dia tinggal di Massachusetts dan kuliah di Harvard!" tulisnya di X.
“Sumber-sumber mengatakan kepada saya bahwa pengawal PLA [Tentara Pembebasan Rakyat dari CCP [Partai Komunis China] menyediakan keamanan pribadi untuknya di tanah AS di Massachusetts!” imbuh Loomer.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Donald Trump melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa asing, terutama asal China. Namun universitas elite itu menentang dengan mengajukan gugatan ke pengadilan untuk membatalkan larangan Trump.
Keputusan pengadilan belum keluar, namun kebijakan Trump tersebut telah memicu kecemasan di antara mahasiswa internasional di Universitas Harvard.
Kebijakan Trump juga dapat menyebabkan sekitar 87 mahasiswa asal Indonesia diusir dari Universitas Harvard. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia telah angkat bicara terkait masalah ini.
Lihat Juga :