Kabinet Israel Diam-diam Setujui 22 Permukiman Ilegal Baru di Tepi Barat
Rabu, 28 Mei 2025 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Israel meluncurkan operasi tersebut pada bulan Januari. Membela apa yang disebut badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) sebagai "operasi terlama dan paling merusak di Tepi Barat yang diduduki sejak intifada kedua pada tahun 2000-an", militer Israel mengklaim niatnya adalah untuk mempertahankan "kebebasan bertindak" di wilayah Palestina sambil terus menghancurkan jalan dan bangunan, infrastruktur, serta jaringan air dan listrik.
Laporan kelompok penelitian Inggris Forensic Architecture menunjukkan Israel telah memberlakukan apa yang disebut para peneliti sebagai sistem "kontrol spasial", yang pada dasarnya merupakan serangkaian mekanisme yang memungkinkannya mengerahkan unit militer di seluruh wilayah Palestina sesuka hati.
Laporan tersebut berfokus pada tindakan Israel di kamp pengungsi Jenin dan Far'a di Tepi Barat utara serta Nur Shams dan Tulkarem di Tepi Barat barat laut.
Para peneliti mewawancarai dan menganalisis pernyataan saksi, citra satelit, dan ratusan video untuk menunjukkan rencana sistematis tindakan terkoordinasi Israel yang dimaksudkan untuk memberlakukan jaringan kontrol militer di kamp pengungsi di seluruh Tepi Barat yang serupa dengan yang diberlakukan di Gaza.
Baca juga: Bak Film Zombie, Massa Kelaparan Serbu Pusat Bantuan Gaza, Personel AS dan Israel Kabur
Laporan kelompok penelitian Inggris Forensic Architecture menunjukkan Israel telah memberlakukan apa yang disebut para peneliti sebagai sistem "kontrol spasial", yang pada dasarnya merupakan serangkaian mekanisme yang memungkinkannya mengerahkan unit militer di seluruh wilayah Palestina sesuka hati.
Laporan tersebut berfokus pada tindakan Israel di kamp pengungsi Jenin dan Far'a di Tepi Barat utara serta Nur Shams dan Tulkarem di Tepi Barat barat laut.
Para peneliti mewawancarai dan menganalisis pernyataan saksi, citra satelit, dan ratusan video untuk menunjukkan rencana sistematis tindakan terkoordinasi Israel yang dimaksudkan untuk memberlakukan jaringan kontrol militer di kamp pengungsi di seluruh Tepi Barat yang serupa dengan yang diberlakukan di Gaza.
Baca juga: Bak Film Zombie, Massa Kelaparan Serbu Pusat Bantuan Gaza, Personel AS dan Israel Kabur
(sya)
Lihat Juga :