Trump Tegaskan AS bisa Keluar dari Perundingan Ukraina dan Rusia

Selasa, 27 Mei 2025 - 15:45 WIB
loading...
Trump Tegaskan AS bisa...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan penarikan penuh dari proses perdamaian Ukraina dan Rusia karena kurangnya kemajuan. New York Times melaporkan hal itu pada hari Senin (26/5/2025), mengutip sumber.
Namun, pemimpin AS tersebut dilaporkan enggan memperketat sanksi terhadap Rusia.

Trump tampaknya mengungkapkan sentimen tersebut setelah panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu saat ia berbicara dengan beberapa pemimpin Eropa, NYT melaporkan.

Selama percakapan tersebut, Trump menyampaikan kesannya bahwa, "Putin mengira ia memenangkan perang dan akan memanfaatkan keuntungannya," menurut pejabat yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.

Mereka juga dilaporkan mengindikasikan, “Trump menegaskan ia tidak berniat memberikan tekanan, apalagi sanksi ekonomi yang keras, terhadap Rusia."

"Ia berkata, pada dasarnya, 'Saya keluar,'" klaim seorang sumber NYT.

Pada saat yang sama, surat kabar tersebut tidak mengatakan apakah Trump, yang skeptis terhadap bantuan AS untuk Ukraina dan belum menyetujui paket bantuan baru, mungkin bersedia melanjutkan dukungan militer untuk Kiev.

Trump, yang menggambarkan konflik Ukraina sebagai "perang Eropa," terkejut dengan keengganan Moskow mengubah ketentuan utamanya dalam menyelesaikan krisis, menurut NYT.

Rusia bersikeras perdamaian yang berkelanjutan harus mencakup jaminan kenetralan Ukraina, demiliterisasi, denazifikasi, dan pengakuan realitas teritorial baru di lapangan.

Laporan Wall Street Journal yang terpisah juga mengklaim Trump semakin frustrasi dengan proses perdamaian dan mungkin akan meninggalkannya sepenuhnya jika upaya saat ini gagal.

Koran tersebut menyatakan pemimpin AS tersebut mengincar sanksi baru terhadap Rusia, meskipun belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Laporan tersebut muncul setelah Trump mengklaim Putin "benar-benar GILA," menegur Moskow karena menembakkan "rudal dan pesawat nirawak... ke kota-kota di Ukraina tanpa alasan apa pun."

Moskow mengatakan serangan terbarunya yang menargetkan fasilitas terkait militer Ukraina merupakan pembalasan atas peningkatan signifikan serangan pesawat nirawak Kiev ke Rusia.

Pejabat Rusia melaporkan intersepsi hampir setiap hari terhadap lebih dari 100 UAV Ukraina, yang menunjukkan serangan tersebut dimaksudkan untuk menggagalkan proses perdamaian.

Menanggapi pernyataan Trump, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mencatat dimulainya proses negosiasi adalah "momen yang sangat penting yang sarat dengan beban emosional" di semua pihak.

Ia juga menekankan Putin membuat keputusan "yang diperlukan untuk keamanan negara kita," sambil memuji upaya pemerintahan Trump menengahi berakhirnya konflik.

Baca juga: 87 Mahasiswa Indonesia Terancam Diusir dari Universitas Harvard, Ini Respons Kemlu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Berita Terkini
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved