Terungkap, Misil Iskander Rusia Sukses Kelabui Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina

Selasa, 27 Mei 2025 - 13:04 WIB
loading...
Terungkap, Misil Iskander...
Ukraina akui misi balistik Iskander Rusia berhasil mengelebui sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS. Foto/EurAsian Times
A A A
KYIV - Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuri Ignat mengungkap bahwa sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) kesulitan mengimbangi teknologi rudal Rusia, khususnya rudal Iskander. Menurutnya, misil Moskow itu sukses mengelak saat akan ditembak jatuh.

Kyiv telah lama memuji sistem pertahanan Patriot MIM-104 sebagai bagian penting dari persenjataannya setelah penyebaran baterai pertama sisem itu pada bulan April 2023.

Namun sistem pertahanan Amerikatersebut menunjukkan keterbatasan kritis dalam menghadapi persenjataan Rusia, kata Ignat kepada surat kabar Prancis, Le Monde, pada hari Senin (26/5/2025).

Bacaa Juga: Jerman Nyatakan Ukraina Kini Bebas Serang Wilayah Rusia dengan Rudal NATO

“Rudal Iskander melakukan manuver mengelak di fase akhir, menggagalkan perhitungan lintasan Patriot,” katanya.

“Selain itu, Iskander dapat menjatuhkan umpan yang mampu mengelabui rudal Patriot," paparnya.

Sementara pejabat Ukraina sebelumnya memuji sistem Patriot karena kemampuannya untuk mencegat rudal hipersonik Kinzhal Rusia, Moskow telah mempertanyakan klaim tersebut.

Pejabat Rusia juga berpendapat bahwa Kyiv sering melebih-lebihkan jumlah rudal yang dijatuhkannya dibandingkan dengan jumlah yang sebenarnya diluncurkan Moskow.

Hingga bulan Mei, Ukraina dilaporkan memiliki enam sistem Patriot aktif, yang sebagian besar disumbangkan oleh AS dan Jerman, dengan komponen tambahan yang disediakan oleh Belanda dan Rumania.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pernah memuji sistem Patriot sebagai satu-satunya pertahanan yang layak terhadap serangan Rusia, dan telah menyatakan tujuan untuk memperoleh total 25 unit.

Dia baru-baru ini mengusulkan agar para pendukung Kyiv di Eropa mendanai pembelian sepuluh sistem Patriot tambahan untuk Ukraina dengan biaya USD15 miliar. Namun, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menolak usulan tersebut karena dianggap tidak realistis.

Ukraina juga menghadapi berkurangnya pasokan rudal pencegat untuk sistem pertahanan yang disumbangkan Barat, bahkan saat pasukan Rusia mengadaptasi taktik pesawat nirawak mereka untuk menghindari tindakan balasan yang ada.

Pasukan Ukraina telah meningkatkan serangan pesawat nirawak mereka sendiri terhadap Rusia, beralih dari serangan malam menjadi peluncuran terus-menerus sepanjang hari. Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari Washington untuk melanjutkan negosiasi perdamaian langsung.

Pada hari Minggu, Trump menyatakan frustrasi dengan kurangnya kemajuan dalam perundingan damai, menyalahkan Moskow dan Kyiv.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Selat Hormuz Ditutup,...
Selat Hormuz Ditutup, AS dan Iran Saling Lancarkan Serangan Rudal
Ini Isi Surat Trump...
Ini Isi Surat Trump ke Kongres, Jelaskan Alasan AS Serang Iran Lagi
Rekomendasi
Spanyol Robek Gawang...
Spanyol Robek Gawang Prancis di Babak Pertama, Penalti Oyarzabal Jadi Pembeda
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Berita Terkini
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved