Korea Utara: Proyek Perisai Rudal Golden Dome AS Adalah Skenario Perang Nuklir
Selasa, 27 Mei 2025 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
China pada pekan lalu mengatakan bahwa mereka sangat khawatir tentang proyek perisai rudal Golden Dome Amerika dan meminta Washington untuk menghentikan pengembangannya.
"Amerika Serikat, dalam menjalankan kebijakan 'America first [utamakan Amerika]', terobsesi untuk mencari keamanan mutlak bagi dirinya sendiri. Ini melanggar prinsip bahwa keamanan semua negara tidak boleh dikompromikan dan merusak keseimbangan dan stabilitas strategis global. China sangat khawatir tentang hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.
Sedengkan Rusia merespons santai proyek Golden Dome AS. Menurutnya, itu merupakan "masalah kedaulatan" bagi Amerika Serikat.
"Ini adalah masalah kedaulatan bagi Amerika Serikat. Jika Amerika Serikat yakin bahwa ada ancaman rudal, maka tentu saja mereka akan mengembangkan sistem pertahanan rudal," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
"Itulah yang dilakukan semua negara," imbuh dia. "Tentu saja, di masa mendatang, rangkaian peristiwa akan membutuhkan dimulainya kembali kontak untuk memulihkan stabilitas strategis," paparnya, merujuk pada perundingan nuklir AS-Rusia yang lebih luas.
"Amerika Serikat, dalam menjalankan kebijakan 'America first [utamakan Amerika]', terobsesi untuk mencari keamanan mutlak bagi dirinya sendiri. Ini melanggar prinsip bahwa keamanan semua negara tidak boleh dikompromikan dan merusak keseimbangan dan stabilitas strategis global. China sangat khawatir tentang hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning.
Sedengkan Rusia merespons santai proyek Golden Dome AS. Menurutnya, itu merupakan "masalah kedaulatan" bagi Amerika Serikat.
"Ini adalah masalah kedaulatan bagi Amerika Serikat. Jika Amerika Serikat yakin bahwa ada ancaman rudal, maka tentu saja mereka akan mengembangkan sistem pertahanan rudal," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
"Itulah yang dilakukan semua negara," imbuh dia. "Tentu saja, di masa mendatang, rangkaian peristiwa akan membutuhkan dimulainya kembali kontak untuk memulihkan stabilitas strategis," paparnya, merujuk pada perundingan nuklir AS-Rusia yang lebih luas.
Lihat Juga :