Sekutu Zionis Ini Akan Hentikan Ekspor Senjata ke Israel

Selasa, 27 Mei 2025 - 03:30 WIB
loading...
Sekutu Zionis Ini Akan...
Jerman mempertimbangkan akan menghentikan ekspor senjata ke Israel. Foto/X
A A A
BERLIN - Beberapa anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat (SPD) yang berkuasa bersama pada hari Senin menyerukan diakhirinya ekspor senjata Jerman ke Israel karena tindakan militernya yang brutal di Jalur Gaza.

"Senjata Jerman tidak boleh digunakan untuk menyebarkan bencana kemanusiaan dan melanggar hukum internasional," kata juru bicara kebijakan luar negeri untuk fraksi parlemen SPD, Adis Ahmetovic, kepada majalah berita Stern.

"Oleh karena itu, kami menyerukan kepada pemerintah (Benjamin) Netanyahu untuk siap menyetujui gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan," tambahnya.

Pernyataan Ahmetovic digaungkan oleh rekan satu partainya Ralf Stegner, yang mengatakan: "Bencana kemanusiaan bagi penduduk sipil Palestina dan pelanggaran hukum internasional oleh pemerintah Netanyahu harus segera diakhiri dan tidak boleh diperpanjang dengan senjata Jerman."

Pemerintah Jerman, dengan alasan yang tepat, telah membuat pengecualian bagi Israel dari praktik tidak memasok senjata ke zona konflik. Senjata-senjata itu akan berguna bagi keamanan dan pertahanan Israel. "Saat ini, hal itu tidak mungkin dilakukan di Jalur Gaza dan Tepi Barat," Stegner menambahkan.

Sementara itu, legislator SPD Isabel Cademartori memperingatkan bahwa Jerman dapat terlibat dalam kejahatan perang dengan memasok senjata ke Israel.

"Hal ini dapat menyebabkan Jerman sendiri dituntut oleh pengadilan internasional," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah Jerman harus membatasi ekspor senjata, khususnya dengan menghentikan pasokan amunisi dan suku cadang tank, Cademartori menambahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Berita Terkini
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved