Siapa Yaqeen Hammad? Influencer Palestina Berusia 11 Tahun yang Tewas Dibom Zionis saat Live di Media Sosial
Selasa, 27 Mei 2025 - 01:55 WIB
loading...
A
A
A
Video-videonya spontan: klip-klip saat dia bermain dengan teman-teman, meminta sumbangan untuk anak yatim, berpartisipasi dalam acara-acara sederhana di dalam tenda, membagikan kegembiraan meskipun tidak ada keamanan.
Dalam salah satu klip terakhirnya, dia berkata: “Saya mencoba membuat anak-anak bahagia, mungkin kita bisa melupakan perang sejenak.” Namun, perang tidak melupakannya—atau generasinya.
Hidup di bawah pengepungan di Jalur Gaza, ia berhasil menjangkau puluhan ribu orang melalui video Instagram-nya. Beberapa menyoroti upaya bantuan untuk anak yatim dan keluarga yang terlantar. Yang lain menunjukkan ia tertawa dan bermain dengan anak-anak, membagikan hadiah dengan gembira.
Baca Juga: Pasukan Israel Kuasai 77 Persen Wilayah Gaza, tapi Belum Melumpuhkan Hamas
Yaqeen sering menemani kakak laki-lakinya, Mohamed Hammad, seorang pekerja kemanusiaan, dalam misi bantuan. Bersama-sama, mereka mengirimkan makanan, pakaian, dan mainan kepada keluarga yang mengungsi.
Berita kematiannya memicu curahan kesedihan di seluruh Gaza dan media sosial. Aktivis, jurnalis, dan pengikut berduka atas kehilangan seorang anak yang telah menjadi simbol cahaya di salah satu masa tergelap di Gaza.
“Dia adalah seorang anak yang seharusnya bersekolah, bermain seperti anak-anak di mana-mana,” demikian bunyi salah satu penghormatan.
Dalam salah satu klip terakhirnya, dia berkata: “Saya mencoba membuat anak-anak bahagia, mungkin kita bisa melupakan perang sejenak.” Namun, perang tidak melupakannya—atau generasinya.
2. Influencer Palestina Termuda
Melansir Palestinian Chronicle, di usianya yang baru 11 tahun, Yaqeen Hammad adalah aktivis media termuda di Gaza dan relawan termuda di sebuah kelompok amal lokal. Dengan kebijaksanaan yang jauh melampaui usianya, Yaqeen membawa harapan ke tempat-tempat yang dibayangi oleh ketakutan.Hidup di bawah pengepungan di Jalur Gaza, ia berhasil menjangkau puluhan ribu orang melalui video Instagram-nya. Beberapa menyoroti upaya bantuan untuk anak yatim dan keluarga yang terlantar. Yang lain menunjukkan ia tertawa dan bermain dengan anak-anak, membagikan hadiah dengan gembira.
Baca Juga: Pasukan Israel Kuasai 77 Persen Wilayah Gaza, tapi Belum Melumpuhkan Hamas
3. Mendokumentasikan Perjuangan Hidup
Banyak yang mendokumentasikan perjuangan hidup sehari-hari di bawah pemboman Israel yang tiada henti. Konten Yaqeen adalah bukti ketahanan—penolakan untuk dihancurkan oleh genosida Israel.Yaqeen sering menemani kakak laki-lakinya, Mohamed Hammad, seorang pekerja kemanusiaan, dalam misi bantuan. Bersama-sama, mereka mengirimkan makanan, pakaian, dan mainan kepada keluarga yang mengungsi.
Berita kematiannya memicu curahan kesedihan di seluruh Gaza dan media sosial. Aktivis, jurnalis, dan pengikut berduka atas kehilangan seorang anak yang telah menjadi simbol cahaya di salah satu masa tergelap di Gaza.
“Dia adalah seorang anak yang seharusnya bersekolah, bermain seperti anak-anak di mana-mana,” demikian bunyi salah satu penghormatan.
Lihat Juga :