Ukraina Kesal AS Bungkam setelah Rusia Luncurkan Serangan Udara Terbesar

Senin, 26 Mei 2025 - 07:21 WIB
loading...
Ukraina Kesal AS Bungkam...
Ukraina kesal pada Amerika Serikat yang bungkam setelah Rusia meluncurkan serangan udara terbesar dalam tiga tahun perang. Foto/X/@generalkellogg
A A A
KYIV - Ukraina kesal atas bungkamnya Amerika Serikat (AS) setelah Rusia melakukan serangan udara terbesarnya dalam tiga tahun perang. Serangan dengan pesawat nirawak dan rudal balistik secara besar-besaran pada malam kedua berturut-turut tersebut telah menewaskan 12 orang, termasuk tiga anak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta Amerika untuk berbicara menentang serangan Rusia setelah pejabat Kyiv mengonfirmasi bahwa Moskow telah meluncurkan 298 pesawat nirawak dan 69 rudal dalam beberapa gelombang di berbagai lokasi di seluruh negeri.

"Diamnya Amerika, diamnya orang lain di dunia hanya mendorong [Presiden Rusia Vladimir] Putin," tulis Zelensky di Telegram.

"Setiap serangan teroris Rusia seperti itu adalah alasan yang cukup untuk sanksi baru terhadap Rusia," lanjut dia, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (26/5/2025).

Baca Juga: Serangan Udara Terbesar Rusia dengan 367 Drone ke Ukraina Tewaskan 12 Orang

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pertahanan udaranya telah menembak jatuh 110 pesawat nirawak Ukraina dalam semalam.

Serangan Rusia itu terjadi saat kedua negara menyelesaikan pertukaran tahanan terbesar mereka sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, dengan 1.000 tentara yang ditangkap dan tahanan sipil dipertukarkan oleh masing-masing pihak.

Skala serangan udara terbaru terhadap Ukraina, dan jumlah korban sipil, mendorong diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, untuk menyerukan tekanan internasional terkuat pada Rusia untuk menghentikan perang.

"Serangan tadi malam sekali lagi menunjukkan Rusia bertekad untuk lebih banyak menderita dan memusnahkan Ukraina. Sangat menyedihkan melihat anak-anak di antara korban tak berdosa yang terluka dan terbunuh ... Kita membutuhkan tekanan internasional terkuat pada Rusia untuk menghentikan perang ini," katanya pada hari Minggu.

Komentar Kallas digaungkan oleh Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna. “Malam ini Rusia kembali menunjukkan niatnya untuk menghapus Ukraina dari peta dengan serangan drone dan rudal—termasuk rudal balistik. Putin terus melakukannya hingga tekanan menjadi tak tertahankan. Kita yang harus menghentikannya,” tulisnya di X.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Makkah Bakal Gelap Gulita...
Makkah Bakal Gelap Gulita di Tanggal Ini, Ada Gerhana Matahari Total!
Rekomendasi
Giorgio Antonio Geram...
Giorgio Antonio Geram Kerap Diterpa Isu Miring dengan Sarwendah, Siap Lapor Polisi?
Air Mata Antonela dan...
Air Mata Antonela dan Messi Warnai Malam Bersejarah Argentina
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Berita Terkini
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved