Mantan PM Israel Ehud Barak: Menang Perang atas Hamas Adalah Delusi, Itu Tipu Daya Netanyahu

Minggu, 25 Mei 2025 - 09:42 WIB
loading...
Mantan PM Israel Ehud...
Mantan PM Israel Ehud Barak sebut menang perang total atas Hamas di Gaza adalah visi delusi. Foto/Oren Cohen/Flash90 via Times of Israel
A A A
TEL AVIV - Mantan Perdana Menteri (PM) Zionis Israel Ehud Barak menganggap visi menang perang total atas Hamas di Jalur Gaza sebagai delusi. Dia mendesak negaranya untuk segera mengakhiri perang tersebut.

Barak memperingatkan bahwa PM Benjamin Netanyahu sedang menghadapi pilihan kritis: mengejar “perang politik tipu daya” atau mengakhiri perang dan mengamankan pembebasan para sandera.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Haaretz, Barak menyatakan keraguan kuat bahwa memperpanjang perang akan menghasilkan hasil yang berbeda dari kampanye militer sebelumnya di Gaza.

“Memilih perang tipu daya,” tulisnya, “akan menulis bab baru dalam ‘The March of Folly',” lanjut Barak.

"Perang yang sedang berlangsung adalah tipu daya menyesatkan (yang) mengaku sebagai kampanye untuk keamanan dan masa depan negara, sementara pada kenyataannya itu adalah perang politik," lanjut Barak.

Baca Juga: Warga Israel Demo Antiperang di Dekat Gaza, Publik Kecam Netanyahu

Barak memperingatkan bahwa memperpanjang perang tidak akan membuahkan hasil apa pun. "Tidak diragukan lagi akan memperburuk isolasi diplomatik dan hukum Israel, memicu gelombang antisemitisme dan merupakan hukuman mati bagi sebagian atau sebagian besar sandera yang masih hidup," imbuh Barak.

Bekas PM Israel tersebut mengesampingkan strategi Netanyahu bisa menang.

"Akan masuk akal jika itu bisa membawa 'kemenangan total' atas Hamas, tetapi itu tidak akan terjadi," paparnya.

"Pendudukan permanen Jalur Gaza, pemindahan penduduk 2 juta warga Palestina dan pemukiman kembali warga Israel di tanah itu semuanya adalah visi yang tidak berdasar dan delusi yang akan menjadi bumerang bagi kita dan hanya mempercepat konfrontasi dengan seluruh dunia," terang Barak.

"Kita sangat perlu dibebaskan dari pemerintahan terburuk dalam sejarah kita," tulis Barak, merujuk pada pemerintahan PM Netanyahu.


Genosida yang Berkelanjutan


Sejak Israel mengingkari gencatan senjata pada 18 Maret, militer Zionis telah membunuh dan melukai ribuan warga Palestina di seluruh Jalur Gaza melalui pemboman udara berdarah dan berkelanjutan.

Pada 7 Oktober 2023, setelah operasi kelompok perlawanan Palestina di Israel selatan, militer Israel melancarkan perang genosida terhadap warga Palestina, menewaskan lebih dari 53.000 orang, melukai lebih dari 122.000 orang, dan lebih dari 14.000 orang masih hilang.

Meskipun banyak negara di seluruh dunia mengutuk genosida Israel, sedikit yang telah dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Israel saat ini sedang diselidiki atas kejahatan genosida oleh Mahkamah Internasional (ICJ), sementara para penjahat perang yang dituduh—termasuk PM Netanyahu—sekarang secara resmi diburu oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Menurut laporan Palestine Chronicle, Minggu (25/5/2025), genosida Israel sebagian besar dipertahankan, didukung, dan dibiayai oleh Washington dan beberapa kekuatan Barat lainnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun
Ngeri! Jendela Pesawat...
Ngeri! Jendela Pesawat Lepas, Lansia Nyaris Tersedot Keluar saat Penerbangan dari Yunani
Rekomendasi
Pakar: Penanganan Kasus...
Pakar: Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Besar bagi Kejagung
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Berita Terkini
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
Infografis
Siapa yang Menang dalam...
Siapa yang Menang dalam Perang Gaza, Hamas atau Netanyahu?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved