6 Negara Paling Islamophobia di Dunia

Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:35 WIB
loading...
A A A
Insiden yang tersisa dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu vandalisme (7,5%), kekerasan polisi (7,3%), ancaman berbahaya (3,2%), hasutan untuk membenci (1,8%), perundungan dan penguntitan (0,8%) dan lainnya (7,7%).

2. Amerika Serikat

Diskriminasi dan serangan terhadap Muslim dan Arab di Amerika Serikat mencapai rekor baru pada tahun 2024 di tengah perang Israel-Gaza.

Melansir Al Jazeera, sebuah laporan yang dirilis oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR) pada hari Selasa mengatakan bahwa 8.658 pengaduan mengenai insiden anti-Muslim dan anti-Arab tahun lalu – yang mewakili kenaikan 7,4 persen dari tahun ke tahun – adalah jumlah tertinggi sejak kelompok tersebut mulai mengumpulkan data pada tahun 1996.

Pengaduan mengenai diskriminasi pekerjaan adalah yang paling umum yaitu 15,4 persen dari total. Keluhan terkait imigrasi dan suaka mencapai 14,8 persen, pendidikan 9,8 persen, dan kejahatan kebencian 7,5 persen.

Para pembela hak asasi manusia telah menyoroti peningkatan Islamofobia, bias anti-Arab, dan anti-Semitisme sejak serangan Hamas pada Oktober 2023 yang menyebabkan Israel melancarkan serangan dahsyat di Gaza.

“Untuk tahun kedua berturut-turut, genosida Gaza yang didukung AS memicu gelombang Islamofobia di Amerika Serikat,” kata CAIR.

Israel membantah tuduhan genosida dan kejahatan perang.

Insiden mengkhawatirkan lainnya sejak akhir tahun 2023 termasuk upaya penenggelaman seorang gadis Palestina Amerika berusia tiga tahun di Texas, penusukan seorang pria Palestina Amerika, juga di Texas, pemukulan seorang pria Muslim di New York, dan penembakan dua pengunjung Israel, yang diduga tersangka sebagai warga Palestina, di Florida.

Baca Juga: Apa Bawa Nyamuk? Strategi Tameng Manusia yang Dilakukan Israel di Gaza

3. India

Kasus ujaran kebencian terhadap kaum minoritas melonjak 74% di India pada tahun 2024, mencapai puncaknya selama pemilihan umum nasional negara tersebut.

Melansir BBC, laporan tersebut yang dirilis oleh kelompok penelitian India Hate Lab yang berbasis di Washington, mendokumentasikan 1.165 kasus seperti itu tahun lalu, dan menambahkan bahwa politisi seperti Perdana Menteri Narendra Modi dan Menteri Dalam Negeri Amit Shah termasuk di antara penyebar ujaran kebencian yang paling sering.

Umat Muslim menjadi sasaran paling banyak, dengan 98,5% dari kasus ujaran kebencian yang tercatat ditujukan kepada mereka.

Laporan tersebut mengatakan sebagian besar acara yang melibatkan ujaran kebencian diadakan di negara bagian yang diperintah oleh partai Modi atau aliansi yang lebih besar.

BBC telah meminta komentar tentang laporan India Hate Lab dari beberapa juru bicara di Partai Bharatiya Janata (BJP) nasionalis Hindu milik Modi.

Selama bertahun-tahun, para pemimpin BJP sering dituduh menargetkan komunitas minoritas India, terutama Muslim.

Partai yang berkuasa telah menolak tuduhan Islamofobia dan ujaran kebencian yang dilontarkan oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para pemimpin oposisi.

4. Italia

Ada sekitar 2,7 juta Muslim yang tinggal di Italia, yang jumlahnya sekitar 4,9 persen dari populasi, sebuah komunitas yang menjadi sasaran pemerintah koalisi saat ini yang dipimpin oleh partai sayap kanan Brothers of Italy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Dituduh Spionase Iran,...
Dituduh Spionase Iran, 3 Orang Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Bahrain
Perdana! Selandia Baru...
Perdana! Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1
Rekomendasi
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Prabowo Kumpulkan Menteri...
Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana, Ada Apa?
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Infografis
Daftar Top Skor Sementara...
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved