Bagaimana China Jadi Penguasa Drone Tempur di Dunia?

Minggu, 25 Mei 2025 - 04:43 WIB
loading...
A A A
Washington membatasi penjualan pesawat nirawak tempurnya dengan mengutip Missile Technology Control Regime, sebuah perjanjian yang dibuat pada tahun 1987 untuk membatasi penyebaran platform yang mampu mengirimkan senjata kimia, biologi, dan nuklir. Washington dilaporkan menolak permintaan pesawat yang dipersenjatai dari Yordania, Irak, dan UEA, sehingga memaksa negara-negara ini untuk membeli dari China.

“China memberlakukan lebih sedikit pembatasan pada penggunaan oleh pengguna akhir,” kata Franz-Stefan Gady, peneliti senior di IISS.

“Ini berarti negara-negara yang membeli UAV dapat menggunakannya sesuai keinginan mereka, bahkan jika itu melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia,” katanya.

4. Berbasis Industri Lokal

Sementara itu, bagi China, penggunaan pesawat nirawaknya oleh negara-negara lain di medan perang memberinya masukan yang berharga untuk menyempurnakan kemampuan peralatan.

Dan sementara AS terus memegang keunggulan teknologi dalam UAV, beberapa analis mengatakan China dapat mengejar ketertinggalan dengan cepat.

“Banyak program tanpa awak China pada dasarnya merupakan demonstrasi teknologi yang dimaksudkan untuk mendukung kecerdikan dalam negeri. Industri lokal mengerjakan proyek-proyek ini untuk meningkatkan kapasitas pembuktian, pengembangan, dan manufaktur mereka,” kata Kadidal di Janes. “Namun, begitu konsep tersebut layak, Tiongkok telah terbukti dengan cepat mematangkan platform untuk diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata.”

Kadidal menunjuk pada peluncuran UAV Wing Loong 10 pada pertunjukan udara baru-baru ini di kota Zhuhai, Tiongkok. Ia mengatakan Angkatan Udara PLA meluncurkan drone dengan warnanya sendiri, yang menunjukkan bahwa UAV, yang dikatakan mampu melakukan operasi peperangan elektronik, telah mulai beroperasi.

“Pengembangan UAV ini telah beralih dari tahap konsep ke tahap potensial hanya dalam kurun waktu enam tahun,” katanya, dilansir Al Jazeera.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved