Spesifikasi Kapal Perang Korea Utara Chi Hyun Ho dan Insiden Peluncuran yang Memalukan
Sabtu, 24 Mei 2025 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Kapal ini dirancang memiliki kemampuan anti-udara, anti-kapal, anti-kapal selam, dan anti-rudal balistik, serta mampu membawa rudal jelajah strategis dan rudal balistik taktis yang dapat dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir.
Pada 21 Mei 2025, Korea Utara mencoba meluncurkan kapal kedua dalam kelas Choe Hyon di galangan kapal Chongjin. Namun, peluncuran ini mengalami kegagalan serius:
Metode Peluncuran: Kapal diluncurkan secara menyamping (side-launch), metode yang jarang digunakan dan berisiko tinggi.
Kejadian: Saat peluncuran, bagian buritan kapal tergelincir ke air sementara bagian haluan tetap di darat, menyebabkan kapal miring ke sisi kanan dan sebagian terendam air.
Kerusakan: Lambung kapal bagian kanan tergores, Air laut masuk ke bagian buritan melalui saluran penyelamatan, Kemungkinan kerusakan pada sistem elektronik dan struktur internal kapal, Gambar satelit menunjukkan kapal tergeletak miring di pelabuhan Chongjin, ditutupi terpal biru, menandakan upaya untuk menutupi kerusakan.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang hadir saat peluncuran, sangat marah atas insiden ini. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai "tindakan kriminal" akibat "kelalaian mutlak" dan "ketidakbertanggungjawaban."
Kim memerintahkan agar kapal diperbaiki sebelum pertemuan Partai Pekerja Korea berikutnya dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan hukuman berat bagi pejabat yang dianggap bertanggung jawab.
Insiden ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Korea Utara dalam upaya modernisasi angkatan lautnya:
Keterbatasan Infrastruktur: Penggunaan metode peluncuran menyamping menunjukkan keterbatasan fasilitas galangan kapal Korea Utara.
Insiden Peluncuran di Chongjin
Pada 21 Mei 2025, Korea Utara mencoba meluncurkan kapal kedua dalam kelas Choe Hyon di galangan kapal Chongjin. Namun, peluncuran ini mengalami kegagalan serius:
Metode Peluncuran: Kapal diluncurkan secara menyamping (side-launch), metode yang jarang digunakan dan berisiko tinggi.
Kejadian: Saat peluncuran, bagian buritan kapal tergelincir ke air sementara bagian haluan tetap di darat, menyebabkan kapal miring ke sisi kanan dan sebagian terendam air.
Kerusakan: Lambung kapal bagian kanan tergores, Air laut masuk ke bagian buritan melalui saluran penyelamatan, Kemungkinan kerusakan pada sistem elektronik dan struktur internal kapal, Gambar satelit menunjukkan kapal tergeletak miring di pelabuhan Chongjin, ditutupi terpal biru, menandakan upaya untuk menutupi kerusakan.
Reaksi Kim Jong-un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang hadir saat peluncuran, sangat marah atas insiden ini. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai "tindakan kriminal" akibat "kelalaian mutlak" dan "ketidakbertanggungjawaban."
Kim memerintahkan agar kapal diperbaiki sebelum pertemuan Partai Pekerja Korea berikutnya dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan hukuman berat bagi pejabat yang dianggap bertanggung jawab.
Analisis dan Implikasi
Insiden ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi Korea Utara dalam upaya modernisasi angkatan lautnya:
Keterbatasan Infrastruktur: Penggunaan metode peluncuran menyamping menunjukkan keterbatasan fasilitas galangan kapal Korea Utara.
Lihat Juga :