Siapa Eli Cohen? Agen Mossad yang Sukses Menyusup jadi Penasehat Senior Menhan Suriah

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:54 WIB
loading...
Siapa Eli Cohen? Agen...
Eli Cohen (kiri) dan Sacha Baron Cohen sebagai Cohen dalam serial The Spy di Netflix. Foto/telegraph
A A A
TEL AVIV - Nama Eli Cohen, mata-mata legendaris Israel, kembali mencuat setelah pemerintah Israel mengklaim berhasil memperoleh 2.500 dokumen dan barang pribadi miliknya dari Suriah. Kantor Perdana Menteri Israel (PMO) menyatakan dokumen-dokumen tersebut merupakan arsip intelijen lengkap Suriah tentang aktivitas spionase Cohen.

Operasi ini disebut sebagai "pencapaian bersejarah" yang dilakukan dengan bantuan badan intelijen asing.

Dari ribuan dokumen yang berhasil diamankan, terungkap berbagai bukti penting, termasuk surat-surat tulisan tangan Cohen untuk keluarganya, catatan komunikasi rahasianya dengan para pejabat tinggi Suriah, foto-foto selama masa penyamarannya, hingga paspor palsu yang digunakannya.

Namun, pihak Suriah membantah klaim Israel bahwa dokumen-dokumen tersebut "dicuri" melalui operasi intelijen.

Pemerintah Damaskus menegaskan tidak ada aksi peretasan atau pencurian yang dilakukan Mossad, badan intelijen Israel, dalam peristiwa ini.

Menurut sumber di Suriah, dokumen dan barang-barang pribadi Eli Cohen justru sengaja ditawarkan kepada Israel sebagai bentuk isyarat diplomatik.

Profil Eli Cohen


Pria bernama lengkap Eliyahu Ben-Shaul Cohen ini lahir pada tahun 1924 di Alexandria, Mesir, dari keluarga Yahudi keturunan Suriah.

Cohen menunjukkan kecerdasan dan kemampuan linguistik yang luar biasa sejak muda. Setelah pindah ke Israel pada tahun 1957, ia bergabung dengan dinas intelijen militer sebelum akhirnya direkrut Mossad pada awal 1960-an untuk misi penyusupan ke Suriah.

Dengan identitas palsu sebagai Kamal Amin Thaabet, seorang pengusaha Suriah kaya yang kembali dari Argentina, Cohen berhasil membangun jaringan sosial yang luas di Damaskus.

Ia menjalin hubungan dekat dengan pejabat tinggi militer dan politik Suriah, bahkan menjadi penasehat senior Menteri Pertahanan.

Kemampuannya menyusup ke lingkaran kekuasaan tertinggi Suriah membuatnya mendapatkan akses ke informasi rahasia yang sangat berharga bagi Israel.

Selama periode 1961 hingga 1965, Cohen secara rutin mengirimkan laporan intelijen ke Israel melalui transmisi radio dan surat rahasia.

Informasi yang ia kumpulkan, termasuk detail tentang posisi militer Suriah di Dataran Tinggi Golan, memainkan peran penting dalam keberhasilan Israel selama Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Salah satu kisah terkenal adalah ketika Cohen menyarankan penanaman pohon di sekitar pos militer Suriah untuk memberikan keteduhan bagi tentara, yang kemudian digunakan Israel sebagai penanda target selama perang.

Namun, keberhasilan Cohen tidak berlangsung lama. Pada Januari 1965, Suriah, dengan bantuan peralatan pelacakan radio buatan Soviet, berhasil menangkap Cohen saat ia sedang melakukan transmisi ke Israel.

Setelah diinterogasi dan disiksa, ia dihukum mati dan dieksekusi secara publik di Damaskus pada 18 Mei 1965. Hingga saat ini, jenazahnya belum dikembalikan ke Israel meskipun telah ada berbagai upaya diplomatik.

Kisah Eli Cohen telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dan telah diabadikan dalam berbagai buku, film, dan serial televisi.

Salah satu yang terkenal adalah serial Netflix berjudul "The Spy," yang menggambarkan kehidupan dan misi rahasia Cohen di Suriah.

Hingga kini, Eli Cohen tetap dikenang sebagai simbol keberanian dan pengabdian. Namanya diabadikan dalam berbagai institusi dan monumen di Israel, dan kisahnya terus diceritakan kepada generasi muda sebagai contoh teladan.

Baca juga: Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved