Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois

Kamis, 22 Mei 2025 - 15:01 WIB
loading...
A A A
Siapakah para Maois, dan mengapa mereka berperang melawan negara India?

Pemberontakan bersenjata di India bermula dari pemberontakan pedesaan tahun 1967 di kota kecil Naxalbari, yang terletak di negara bagian Benggala Barat. Kata Naxal berasal dari nama kota tersebut.

Dipimpin para pemimpin komunis Kanu Sanyal, Charu Majumdar, dan Jungle Santal, pemberontakan bersenjata tersebut menyerukan penanganan masalah tidak memiliki tanah dan eksploitasi kaum miskin pedesaan oleh tuan tanah.

Ketiga pemimpin tersebut mendirikan Partai Komunis India (Marxis-Leninis) (CPI(ML)) pada tanggal 22 April 1969, untuk melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap negara India.

Mereka yakin tuntutan mereka tidak akan dipenuhi oleh tatanan demokrasi yang berlaku.

Pemberontak Naxal juga terinspirasi ideologi revolusioner Pemimpin China Mao Zedong. Dengan meniru pendekatan Partai Komunis China untuk merebut negara, mereka melancarkan pemberontakan dengan kekerasan terhadap pasukan keamanan India di India tengah dan timur yang kaya mineral selama beberapa dekade.

Pemerintah Benggala Barat, yang dipimpin pemimpin Kongres Siddhartha Shankar Ray, meluncurkan kampanye sengit untuk menekan pemberontakan Naxalite.

Sanyal, salah satu pemimpin pendiri gerakan tersebut, mengatakan kepada wartawan ini pada tahun 2010 bahwa "pada tahun 1973, sebanyak 32.000 anggota Naxalite atau simpatisannya telah dipenjara di seluruh India."

"Banyak yang terbunuh dalam pertikaian palsu. Dan ketika Keadaan Darurat diumumkan pada bulan Juni 1975, sudah jelas bahwa matahari hampir terbenam bagi gerakan Naxalite," ujar dia.

Ia meninggal pada tahun 2010, pada usia 78 tahun, tampaknya karena bunuh diri di Siliguri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
9 Rudal Nuklir Pakistan...
9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved