Perbandingkan Golden Dome Vs Iron Dome Milik Israel, Mana Paling Tangguh?
Rabu, 21 Mei 2025 - 17:30 WIB
loading...
AS akan mengembangkan Golden Dome yang terinspirasi dari Iron Dome milik Israel. Foto/QudsNen
A
A
A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump telah meluncurkan rencana pertahanan rudal berbasis ruang angkasa yang disebut Golden Dome atau Kubah Emas, yang menjanjikan perlindungan terhadap ancaman 'bahkan dari ruang angkasa'.
Presiden AS Donald Trump secara resmi mengungkap konsep untuk apa yang disebutnya Golden Dome — program pertahanan rudal menyeluruh senilai USD175 miliar yang tidak seperti yang pernah dicoba Amerika Serikat sebelumnya.
Rencana tersebut berpusat pada arsitektur berlapis-lapis yang dirancang untuk mempertahankan tanah air AS dari ancaman rudal menggunakan teknologi berbasis darat dan luar angkasa, termasuk untuk pertama kalinya, senjata yang dibawa luar angkasa yang mampu mencegat rudal pada berbagai tahap penerbangan.
"Ronald Reagan menginginkannya bertahun-tahun yang lalu, tetapi mereka tidak memiliki teknologinya," kata Trump, merujuk pada Inisiatif Pertahanan Strategis tahun 1980-an, yang dijuluki "Star Wars" pada saat itu.
Presiden Trump juga mengumumkan bahwa Jenderal Angkatan Luar Angkasa Michael Guetlein akan mengawasi proyek tersebut. Jenderal Guetlein saat ini menjabat sebagai wakil kepala operasi luar angkasa di Angkatan Luar Angkasa.
Tujuh hari setelah pemerintahan keduanya, Trump memerintahkan departemen pertahanan untuk menyerahkan rencana untuk sistem yang akan mencegah dan mempertahankan diri dari serangan udara, yang menurut Gedung Putih tetap menjadi "ancaman paling dahsyat" yang dihadapi AS.
Berbicara di Ruang Oval pada hari Selasa, Trump mengatakan sistem tersebut akan terdiri dari teknologi "generasi berikutnya" di daratan, laut, dan luar angkasa, termasuk sensor dan pencegat berbasis luar angkasa. Ia menambahkan bahwa Kanada telah meminta untuk menjadi bagian dari sistem tersebut.
Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Pejabat Pentagon telah lama memperingatkan bahwa sistem yang ada tidak dapat mengimbangi teknologi rudal baru yang dirancang oleh Rusia dan China.
Presiden AS Donald Trump secara resmi mengungkap konsep untuk apa yang disebutnya Golden Dome — program pertahanan rudal menyeluruh senilai USD175 miliar yang tidak seperti yang pernah dicoba Amerika Serikat sebelumnya.
Rencana tersebut berpusat pada arsitektur berlapis-lapis yang dirancang untuk mempertahankan tanah air AS dari ancaman rudal menggunakan teknologi berbasis darat dan luar angkasa, termasuk untuk pertama kalinya, senjata yang dibawa luar angkasa yang mampu mencegat rudal pada berbagai tahap penerbangan.
"Ronald Reagan menginginkannya bertahun-tahun yang lalu, tetapi mereka tidak memiliki teknologinya," kata Trump, merujuk pada Inisiatif Pertahanan Strategis tahun 1980-an, yang dijuluki "Star Wars" pada saat itu.
Perbandingkan Golden Dome Vs Iron Dome Milik Israel, Mana Paling Tangguh?
Golden Dome
1. Tujuan
Untuk melindungi Amerika Serikat dari berbagai ancaman rudal, termasuk dari Rusia dan China.Presiden Trump juga mengumumkan bahwa Jenderal Angkatan Luar Angkasa Michael Guetlein akan mengawasi proyek tersebut. Jenderal Guetlein saat ini menjabat sebagai wakil kepala operasi luar angkasa di Angkatan Luar Angkasa.
Tujuh hari setelah pemerintahan keduanya, Trump memerintahkan departemen pertahanan untuk menyerahkan rencana untuk sistem yang akan mencegah dan mempertahankan diri dari serangan udara, yang menurut Gedung Putih tetap menjadi "ancaman paling dahsyat" yang dihadapi AS.
Berbicara di Ruang Oval pada hari Selasa, Trump mengatakan sistem tersebut akan terdiri dari teknologi "generasi berikutnya" di daratan, laut, dan luar angkasa, termasuk sensor dan pencegat berbasis luar angkasa. Ia menambahkan bahwa Kanada telah meminta untuk menjadi bagian dari sistem tersebut.
Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
2. Skala
Golden Dome dibayangkan sebagai sistem yang jauh lebih besar dan lebih kompleks daripada Iron Dome, yang berpotensi mencakup wilayah yang luas seperti Amerika Serikat dan Kanada.Pejabat Pentagon telah lama memperingatkan bahwa sistem yang ada tidak dapat mengimbangi teknologi rudal baru yang dirancang oleh Rusia dan China.
Lihat Juga :