4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Rabu, 21 Mei 2025 - 15:19 WIB
loading...
Donald Trump memiliki alasan membangun Golden Dome. Foto/X/@Jaypatriot90
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump memaparkan rincian baru dari rencana ambisiusnya untuk sistem pertahanan rudal "Golden Dome" atau Kubah Emas senilai miliaran dolar untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan asing. Dia mengatakan bahwa sistem itu harus selesai sebelum ia tidak lagi berkuasa di Gedung Putih.
AS telah memilih desain untuk sistem pertahanan rudal "Golden Dome" yang futuristik, kata Presiden AS Donald Trump, seraya menambahkan bahwa sistem itu akan beroperasi pada akhir masa jabatannya.
Hanya beberapa hari setelah kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump mengungkapkan niatnya untuk sistem itu, yang ditujukan untuk melawan ancaman udara "generasi berikutnya" terhadap AS, termasuk rudal balistik dan jelajah.
Kontraktor pertahanan dan perusahaan teknologi terkemuka - termasuk SpaceX milik Elon Musk - sudah bersaing untuk mendapatkan pekerjaan membangun perisai tersebut, mengajukan penawaran langsung kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Namun, para ahli juga telah menyuarakan skeptisisme tentang kerangka waktu dan biaya yang diajukan oleh Gedung Putih - atau bahkan kelayakan proyek semacam itu.
Pemerintah AS masih belum jelas tentang rencananya untuk mengembangkan perisai rudal, yang terinspirasi dari Kubah Besi Israel.
Melansir CNN, proyek tersebut akan menelan biaya sekitar USD175 miliar atau Rp2.869 Triliun, kata Trump, dan akan dipimpin oleh Jenderal Michael A. Guetlein, wakil kepala operasi ruang angkasa di Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat. Trump mengatakan USD25 miliar dolar akan dialokasikan dari pemotongan anggaran dan tagihan pajak yang besar-besaran, yang ia dorong agar disahkan oleh DPR dari Partai Republik.
AS telah memilih desain untuk sistem pertahanan rudal "Golden Dome" yang futuristik, kata Presiden AS Donald Trump, seraya menambahkan bahwa sistem itu akan beroperasi pada akhir masa jabatannya.
Hanya beberapa hari setelah kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari, Trump mengungkapkan niatnya untuk sistem itu, yang ditujukan untuk melawan ancaman udara "generasi berikutnya" terhadap AS, termasuk rudal balistik dan jelajah.
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
1. Mampu Mencegat Rudal yang Diluncurkan Musuh
"Kami akan menyelesaikannya dalam tiga tahun," kata Trump kepada wartawan saat ia merinci rencana tersebut di Ruang Oval pada hari Selasa. "Setelah sepenuhnya dibangun, Kubah Emas akan mampu mencegat rudal bahkan jika diluncurkan dari sisi lain dunia."Kontraktor pertahanan dan perusahaan teknologi terkemuka - termasuk SpaceX milik Elon Musk - sudah bersaing untuk mendapatkan pekerjaan membangun perisai tersebut, mengajukan penawaran langsung kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Namun, para ahli juga telah menyuarakan skeptisisme tentang kerangka waktu dan biaya yang diajukan oleh Gedung Putih - atau bahkan kelayakan proyek semacam itu.
Pemerintah AS masih belum jelas tentang rencananya untuk mengembangkan perisai rudal, yang terinspirasi dari Kubah Besi Israel.
2. Sistem Pertahanan Berbasis Ruang Angkasa
Meskipun belum jelas seperti apa bentuk sebenarnya dari apa yang disebut Kubah Emas itu, ada perbedaan signifikan dalam cakupan dan skala perisai Israel. Kubah Besi secara selektif melindungi daerah berpenduduk dari ancaman jarak pendek di negara seukuran New Jersey; Trump menginginkan sistem pertahanan rudal berbasis ruang angkasa yang mampu mempertahankan negara yang sekitar 450 kali lebih besar, dari rudal balistik dan hipersonik canggih.Melansir CNN, proyek tersebut akan menelan biaya sekitar USD175 miliar atau Rp2.869 Triliun, kata Trump, dan akan dipimpin oleh Jenderal Michael A. Guetlein, wakil kepala operasi ruang angkasa di Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat. Trump mengatakan USD25 miliar dolar akan dialokasikan dari pemotongan anggaran dan tagihan pajak yang besar-besaran, yang ia dorong agar disahkan oleh DPR dari Partai Republik.
Lihat Juga :