Apakah China Pemenang Tak Terduga dalam Perang India-Pakistan? Ini Analisisnya

Selasa, 20 Mei 2025 - 10:32 WIB
loading...
Apakah China Pemenang...
Para pakar menyebut China menjadi pemenang tak terduga dalam perang India-Pakistan. Foto/Anadolu
A A A
JAKARTA - Perang empat hari antara dua tetangga bersenjata nuklir; India dan Pakistan, bulan ini berakhir dengan gencatan senjata dan keduanya mengeklaim kemenangan. Namun, tampaknya industri pertahanan China mungkin juga menjadi pemenang yang tidak terduga.

Perang terbaru dimulai pada 7 Mei ketika India melancarkan serangan terhadap apa yang disebutnya "infrastruktur teroris" di Pakistan sebagai tanggapan atas pembantaian 26 turis Hindu oleh kelompok militan bersenjata di Pahalgam pada 22 April.

Banyak dari mereka terbunuh di lembah indah di Kashmir yang dikelola India di depan istri dan anggota keluarga mereka. New Delhi menuduh Islamabad mendukung kelompok militan yang terlibat dalam pembantaian itu, tuduhan yang dibantah Pakistan.

Setelah tanggapan India—yang disebutnya Operasi Sindoor—terhadap serangan militan itu, manuver militer balasan dari kedua belah pihak pun dilakukan, yang melibatkan pesawat nirawak, rudal, dan jet tempur.

Baca Juga: India Rilis Video Sistem Rudal S-400 Tembak Jatuh Rudal Nuklir Pakistan, lalu Dihapus

India dilaporkan menggunakan jet buatan Prancis dan Rusia, sementara Pakistan mengerahkan pesawat J-10 dan J-17, yang diproduksi bersama Islamabad dengan Beijing. Kedua belah pihak mengatakan jet mereka tidak melintasi perbatasan dan mereka saling menembakkan rudal dari jarak jauh.

Islamabad mengeklaim bahwa pesawat tempurnya menembak jatuh sedikitnya enam pesawat India, termasuk jet tempur Rafale buatan Prancis yang baru diperoleh. New Delhi belum menanggapi klaim ini.

"Kerugian adalah bagian dari pertempuran," kata Marsekal Udara AK Bharti dari Angkatan Udara India (IAF) minggu lalu ketika seorang reporter bertanya kepadanya tentang klaim Pakistan tersebut.

Marsekal Udara Bharti menolak mengomentari klaim khusus Pakistan yang menjatuhkan jet tempur Rafale India.

"Kami telah mencapai tujuan yang kami pilih, dan semua pilot kami telah kembali ke rumah," ujarnya.

India mengatakan telah menewaskan sedikitnya "100 teroris" saat menargetkan markas besar kelompok militan terlarang Lashkar-e-Taiba dan Jaish-e-Mohammed yang bermarkas di Pakistan.

Laporan definitif tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam pertempuran udara tersebut belum muncul.

Beberapa media melaporkan kecelakaan pesawat di negara bagian Punjab dan Kashmir yang dikelola India pada waktu yang hampir bersamaan, tetapi pemerintah India belum menanggapi laporan tersebut.

Laporan Reuters yang mengutip pejabat Amerika mengatakan Pakistan kemungkinan telah menggunakan pesawat J-10 buatan China untuk meluncurkan rudal udara-ke-udara terhadap jet tempur India.

Pakistan mengeklaim kemenangan setelah sangat bergantung pada sistem persenjataan China dalam situasi pertempuran aktif yang dipandang oleh beberapa pakar sebagai dorongan bagi industri pertahanan Beijing, tetapi beberapa juga tidak setuju dengan klaim tersebut.

Beberapa pakar menyebut ini sebagai "momen DeepSeek" bagi industri persenjataan China, merujuk pada bulan Januari tahun ini ketika perusahaan rintisan artificial intelligence (AI) China mengguncang raksasa AS dengan teknologinya yang hemat biaya.

"Pertempuran udara itu merupakan iklan besar bagi industri senjata China. Hingga saat ini, China tidak memiliki kesempatan untuk menguji platformnya dalam situasi pertempuran," kata Zhou Bo, pensiunan kolonel senior di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, kepada BBC, Selasa (20/5/2025).

Analis yang berbasis di Beijing itu mengatakan hasil duel udara menunjukkan China memiliki beberapa sistem yang tidak ada duanya.

Saham perusahaan China Avic Chengdu Aircraft, yang memproduksi jet tempur seperti J-10, melonjak hingga 40% minggu lalu setelah kinerja jet tempur itu dilaporkan dalam konflik India-Pakistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Selat Hormuz Tegang...
Selat Hormuz Tegang Lagi! AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
Rekomendasi
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Prancis vs Maroko: Misi...
Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
Berita Terkini
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved