AS Makin Frustasi dengan Australia, Apa Penyebabnya?

Selasa, 20 Mei 2025 - 01:35 WIB
loading...
AS Makin Frustasi dengan...
Aksi makin frustasi dengan Australia karena hendak mengirim tank bekas ke Ukraina. Foto/X/@The_Real_ITDUDE
A A A
SYDNEY - Australia telah mengumumkan akan mengirim 49 tank M1A1 Abrams buatan AS yang dinonaktifkan ke Ukraina setelah menerima persetujuan dari Washington.

Pejabat Amerika dan Australia dilaporkan mengkritik pemindahan tersebut dan mempertanyakan apakah Ukraina akan benar-benar dapat menggunakan tank tersebut, karena masalah logistik dan kerentanan terhadap pesawat nirawak Rusia.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi kepada pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky di Roma pada hari Minggu bahwa pengiriman telah dimulai.

Menurut ABC, pemuatan tank ke kapal kargo sedang dalam proses, meskipun informasi lokasi dan rencana perjalanan dirahasiakan.

Meskipun Washington akhirnya memberikan izin untuk pemindahan tersebut, pejabat AS secara pribadi telah menyatakan "rasa frustrasi" atas pemindahan tersebut, ABC melaporkan.

Baca Juga: YouTuber Cantik India Ditangkap karena Dituding Jadi Agen Intelijen Pakistan, Siapa Dia?

“Tahun lalu, bahkan sebelum Donald Trump kembali menjadi presiden, kami memperingatkan Australia bahwa pengiriman tank Abrams ini akan rumit, dan begitu mereka akhirnya tiba di medan perang, Ukraina akan kesulitan mempertahankannya,” kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada jaringan tersebut.

Pejabat pertahanan Australia menyuarakan kekhawatiran tersebut. “Kami mulai meragukan apakah Ukraina benar-benar menginginkan kendaraan ini. Atap tank adalah titik terlemah Abrams dan ini adalah perang pesawat nirawak,” kata seorang sumber ABC.

Pada akhir tahun 2023, AS, di bawah mantan Presiden Joe Biden, memasok 31 tank Abrams ke Ukraina.

Laporan media mengklaim bahwa kendaraan lapis baja berat, yang diperkirakan berharga USD10 juta masing-masing, telah menghadapi tantangan di medan perang, termasuk serangan pesawat nirawak dan medan yang berat.

Rusia mengklaim telah menghancurkan beberapa tank Abrams. Pada bulan Mei 2024, Rusia memamerkan tank yang direbut Rusia di sebuah pameran militer di Moskow bersama dengan sejumlah besar peralatan Barat lainnya.

Moskow mengecam pengiriman senjata Barat ke Ukraina, dengan peringatan bahwa hal itu hanya akan memperpanjang konflik tanpa mengubah hasilnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved