Buldoser Israel Hancurkan Tembok Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Senin, 19 Mei 2025 - 16:15 WIB
loading...
Buldoser Israel Hancurkan...
Buldoser Israel hancurkan tembok Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Foto/Al Jazeera
A A A
GAZA - Buldoser Israel menghancurkan tembok utara Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara hari ini. Itu dilaporkan koresponden RT Arabic di Gaza yang dikepung itu.

Direktur jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa "pendudukan menargetkan sistem kesehatan dengan mengebom rumah sakit dan pasien." Ia menambahkan bahwa pasukan pendudukan Israel "menembakkan tembakan ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Indonesia."

"Pesawat pendudukan menargetkan seorang pasien di dalam Rumah Sakit Indonesia," tambahnya.

Direktur jenderal itu juga menyatakan harapan bahwa bantuan - termasuk makanan dan obat-obatan - akan segera diizinkan masuk ke Gaza.

Sebelumnya beberapa warga Palestina tewas dan terluka dalam serangan Israel terhadap sebuah tenda yang menampung orang-orang terlantar di daerah Al-Yarmouk di Gaza tengah.

Serangan udara juga menargetkan Abasan Al-Kabira timur, timur Khan Yunis, tempat rumah keluarga Abu Teir diserang, yang mengakibatkan banyak orang terluka.

Sementara itu, media Palestina melaporkan bahwa pesawat Israel menyerang sebuah rumah di dekat rumah sakit lapangan Yordania di sebelah barat Khan Yunis.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyetujui masuknya segera "sejumlah makanan pokok" ke Jalur Gaza yang terkepung untuk menghindari "krisis kelaparan".

Baca Juga: Siapa Ali Khan Mahmudabad? Profesor India yang Ditangkap karena Kritik Operasi Sindoor

"Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat untuk mencegah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah tersebut," surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan kemarin.

Keputusan itu dibuat selama pertemuan Kabinet Perang Israel, di mana Netanyahu menyatakan: "Israel akan mengizinkan masuknya sejumlah makanan pokok bagi penduduk untuk mencegah memburuknya krisis kelaparan di Jalur Gaza."

Menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri, keputusan itu didasarkan pada rekomendasi dari militer pendudukan Israel. Tujuannya adalah untuk memungkinkan perluasan operasi militer sambil menghindari berkembangnya krisis kelaparan di Gaza.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dilaporkan meminta pemungutan suara mengenai masalah tersebut, tetapi Netanyahu menolak, dengan mengaitkan langkah tersebut dengan tekanan Amerika.

Keputusan itu dibuat "tanpa pemungutan suara kabinet dan bertentangan dengan keinginan mayoritas menteri," menurut Yedioth Ahronoth.

Harian itu melaporkan bahwa langkah tersebut merupakan solusi sementara untuk beberapa hari mendatang, hingga perusahaan keamanan AS dapat mulai mendistribusikan bantuan di "zona kemanusiaan" yang telah ditentukan, yang diperkirakan tidak akan terjadi sebelum 24 Mei.

Seorang pejabat Israel mengomentari keputusan tersebut, dengan mengatakan, "Ini adalah tindakan sementara, yang berlangsung sekitar seminggu, hingga pusat-pusat distribusi sepenuhnya berdiri. Sebagian besar pusat-pusat ini akan berlokasi di Jalur Gaza selatan di bawah keamanan militer, dan akan dikelola oleh perusahaan-perusahaan sipil Amerika."

PBB dan perusahaan-perusahaan bantuan telah mengecam rencana Israel untuk mendirikan apa yang disebut "zona-zona kemanusiaan" untuk distribusi bantuan dengan mengatakan bahwa hal ini menjadikan bantuan sebagai senjata dan memaksa warga Palestina untuk pindah dari lingkungan mereka ke daerah-daerah yang menyediakan makanan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Penghadangan Kapal Bantuan...
Penghadangan Kapal Bantuan Gaza Sebagai Pembajakan Filantropi Global, PFI Desak Pemerintah Bertindak
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
50 Senator AS Dukung...
50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan
Rekomendasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved