Ini Cerita Singapore Airlines Bagikan Bonus Hampir 8 Kali Gaji untuk Seluruh Karyawannya
Senin, 19 Mei 2025 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
“Bonus besar membantu menabung uang muka rumah,” ujar Ravi Subramaniam, teknisi line-maintenance di Terminal 3.
Bagi sebagian staf muda, bonus ini bukan lagi sekadar tabungan—tetapi "penahan" agar tak pindah ke maskapai asing yang gencar merekrut.
Di balik euforia, manajemen menyoroti “ketidakpastian geopolitik dan tarif kargo” yang dapat menekan yield penumpang.
Laporan kuartal IV menunjukkan margin turun 1,4 poin, sinyal bahwa pesta bisa sewaktu-waktu usai. Analis Bloomberg Intelligence memperkirakan pertumbuhan laba SIA bakal melambat ke satu digit pada FY (Tahun Fiskal) 2025/26 seiring biaya bahan bakar dan kompetisi rute jarak jauh.
Mengapa SIA tetap jadi “gold standard” servis kabin? Jawabannya ada di SATS-In-flight Training Centre, tempat awak wajib menjalani 15 minggu pelatihan intensif—terpanjang di Asia—mulai dari seni menuang Dom Pérignon hingga protokol keselamatan A350.
Budaya “Singapore Girl” yang melegenda lahir dari kurikulum ini, dan secara ekonomi, ia menciptakan brand premium yang memungkinkan SIA mematok tarif 8% lebih tinggi dari rata-rata regional.
Setiap sen selisih harga itulah yang akhirnya kembali ke bonus karyawan.
Bagi sebagian staf muda, bonus ini bukan lagi sekadar tabungan—tetapi "penahan" agar tak pindah ke maskapai asing yang gencar merekrut.
Di balik euforia, manajemen menyoroti “ketidakpastian geopolitik dan tarif kargo” yang dapat menekan yield penumpang.
Laporan kuartal IV menunjukkan margin turun 1,4 poin, sinyal bahwa pesta bisa sewaktu-waktu usai. Analis Bloomberg Intelligence memperkirakan pertumbuhan laba SIA bakal melambat ke satu digit pada FY (Tahun Fiskal) 2025/26 seiring biaya bahan bakar dan kompetisi rute jarak jauh.
Sekolah Layanan Oxbridge di Udara
Mengapa SIA tetap jadi “gold standard” servis kabin? Jawabannya ada di SATS-In-flight Training Centre, tempat awak wajib menjalani 15 minggu pelatihan intensif—terpanjang di Asia—mulai dari seni menuang Dom Pérignon hingga protokol keselamatan A350.
Budaya “Singapore Girl” yang melegenda lahir dari kurikulum ini, dan secara ekonomi, ia menciptakan brand premium yang memungkinkan SIA mematok tarif 8% lebih tinggi dari rata-rata regional.
Setiap sen selisih harga itulah yang akhirnya kembali ke bonus karyawan.
Lihat Juga :