Senjata dari Ukraina Akan Banjiri Eropa Jika Perang Berakhir

Senin, 19 Mei 2025 - 04:55 WIB
loading...
A A A
Kembalinya tentara Ukraina yang ahli dalam sabotase, pesawat nirawak, dan perang siber menimbulkan ancaman, dengan laporan yang memperingatkan bahwa mereka dapat menjadi "sumber daya yang berharga" bagi jaringan kriminal di Eropa.

Korupsi di Ukraina menjadi perhatian utama, dengan perkiraan terbaru menunjukkan Ukraina akan membutuhkan $524 miliar untuk memperbaiki kerusakan akibat perang. Laporan tersebut memperingatkan bahwa para penjahat dapat memanfaatkan proses tersebut untuk mencuci uang dan mendapatkan pengaruh.

Meskipun kekhawatiran meningkat atas perdagangan senjata dan penipuan, beberapa lembaga UE terus mendorong aksesi Ukraina ke blok tersebut. Analis mengatakan hal ini dapat semakin melemahkan kontrol perbatasan dan mekanisme pengawasan.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa tanpa strategi jangka panjang yang terkoordinasi, negara-negara Barat berisiko menghadapi dampak konflik yang menurut Moskow telah mereka bantu picu dan kini sulit dikendalikan.

Rusia telah memperingatkan terhadap pengiriman senjata Barat ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya akan memperpanjang konflik dan meningkatkan ancaman keamanan regional. Rusia juga mengatakan bahwa pasokan senjata yang tidak terkendali telah mengakibatkan sejumlah besar senjata jatuh ke tangan kelompok kriminal terorganisasi dan ekstremis di seluruh dunia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan, AS tidak ingin negosiasi antara Rusia dan Ukraina berlarut-larut tanpa batas waktu.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut setelah Rusia dan Ukraina mengadakan perundingan langsung pertama mereka dalam tiga tahun di Istanbul pada hari Jumat. Kedua negara sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan yang melibatkan 1.000 orang di masing-masing pihak, dan untuk melanjutkan kontak setelah kedua pihak menyiapkan proposal gencatan senjata yang terperinci.

"Di satu sisi, kami berusaha mencapai perdamaian dan mengakhiri perang yang sangat berdarah, mahal, dan merusak. Jadi, ada sedikit kesabaran yang dibutuhkan," kata Rubio dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di CBS News 'Face the Nation' pada hari Minggu.

"Di sisi lain, kami tidak punya waktu untuk disia-siakan. Ada banyak hal lain yang terjadi di dunia yang juga perlu kami perhatikan. Jadi, kami tidak ingin terlibat dalam proses perundingan tanpa akhir ini. Harus ada beberapa kemajuan, beberapa gerakan maju," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Balas Dendam! Iran Gempur...
Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Sirine Meraung-raung
Rekomendasi
Rumah Warisan atau Ditinggalkan?...
Rumah Warisan atau Ditinggalkan? Ki Atmo dan Dua Spiritualis Beri Saran Berbeda untuk Narasumber Ini?!
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Berita Terkini
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved