Akankah Operasi Gideon's Chariots Sukses Melemahkan Hamas?

Sabtu, 17 Mei 2025 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Al-Nono mengatakan kedua pihak di Doha membahas semua masalah tanpa "prasyarat", menurut laporan kantor berita tersebut.

Selanjutnya, sebuah pernyataan oleh kelompok Palestina Hamas di Telegram juga mendesak para peserta pertemuan puncak di Baghdad untuk "memberlakukan sanksi mendesak" terhadap Israel.

"Pendudukan terus melakukan pembantaian terhadap warga sipil, menargetkan lingkungan permukiman dan tempat perlindungan, yang mengakibatkan ratusan kematian dan cedera, di tengah blokade yang mencekik dan pemutusan total bantuan," demikian ungkap Hamas.

Hamas menggambarkan situasi tersebut sebagai "genosida besar-besaran yang dilakukan di depan mata dunia yang tidak berdaya, sementara lebih dari dua setengah juta orang dibantai di Jalur Gaza yang terkepung".

2. Eskalasi Ketegangan Meningkat dalam Beberapa Hari

Melansir BBC, ribuan tentara Israel, termasuk tentara dan cadangan, diperkirakan akan memasuki Gaza saat operasi meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Warga di banyak bagian Gaza utara dan tengah telah diminta untuk meninggalkan rumah atau tempat berlindung mereka - perintah yang menurut para pekerja bantuan hampir mustahil karena banyak yang telah berulang kali kehilangan tempat tinggal selama perang.

Masih ada harapan samar namun semakin menipis bahwa pembicaraan tidak langsung antara Israel dan Hamas di Qatar dapat mencapai gencatan senjata baru.

3. Israel Ingin Merebut Gaza

Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, awal bulan ini mengatakan bahwa Israel sedang mempersiapkan "masuknya secara intensif ke Gaza" untuk merebut dan menguasai wilayah.

Pemerintahnya mengatakan bahwa itu tidak akan dimulai sampai Trump menyelesaikan lawatannya ke Timur Tengah. Presiden AS meninggalkan wilayah itu pada hari Jumat.

Baca Juga: Presiden Mesir: Perjuangan Palestina Mengalami Momen Tergelap

4. Israel Melanggar Hukum Internasional

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Türk telah memperingatkan bahwa eskalasi Israel baru-baru ini dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.

"Serangan bom terbaru ini, yang memaksa orang-orang pindah di tengah ancaman serangan yang semakin intensif, penghancuran seluruh lingkungan secara sistematis, dan penolakan bantuan kemanusiaan menggarisbawahi bahwa tampaknya ada dorongan untuk perubahan demografis permanen di Gaza yang bertentangan dengan hukum internasional dan sama saja dengan pembersihan etnis," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Zelensky Kirim Surat...
Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang
Rekomendasi
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Berita Terkini
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Infografis
Israel Marah, Rudal...
Israel Marah, Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved