Risiko Perjuangan Erdogan Mendukung Pakistan, Boikot Turki Menggema di India

Senin, 19 Mei 2025 - 03:50 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Konflik India Pakistan Diciptakan Menjadi Perang Abadi

2. Boikot Diserukan Pemimpin Politik

Pertempuran mematikan terjadi antara India dan Pakistan minggu lalu setelah Delhi melancarkan serangan udara terhadap negara tetangganya, dengan mengatakan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap serangan mematikan Pahalgam di Kashmir yang dikelola India. Pakistan membantah terlibat dalam insiden tersebut.

Melansir BBC, Turki dan Azerbaijan dengan cepat mendukung Pakistan setelah aksi militer India - Ankara memperingatkan akan "perang habis-habisan", sementara Baku mengutuk serangan Delhi.

Dampaknya memicu gelombang reaksi keras, dengan seruan boikot terhadap Turki - dan Azerbaijan - yang semakin gencar di media sosial dan digaungkan oleh para pemimpin politik senior. Boikot tersebut semakin gencar setelah muncul laporan tentang penggunaan pesawat nirawak Turki oleh Pakistan terhadap India.

3. Kunjungan Wisatawan India ke Turki Menurun

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak warga India memilih Turki dan Azerbaijan sebagai tujuan perjalanan mereka

Rajeev Chandrasekhar, mantan menteri federal dan anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) Perdana Menteri Narendra Modi, mengatakan: "Setiap warga India pekerja keras yang bepergian ke luar negeri sebagai turis memahami hari ini bahwa rupee yang mereka peroleh dengan susah payah tidak boleh dibelanjakan untuk mereka yang membantu musuh negara kita."

Seruan boikot media sosial berdampak langsung, dengan situs perjalanan India melaporkan lonjakan tajam dalam pembatalan minggu ini.

"Wisatawan India telah menyatakan sentimen yang kuat selama seminggu terakhir, dengan pemesanan untuk Azerbaijan dan Turki menurun hingga 60%, sementara pembatalan melonjak hingga 250%," kata juru bicara situs web perjalanan MakeMyTrip.

Sebagian besar situs perjalanan masih menyediakan pemesanan, tetapi beberapa di antaranya menghambat perjalanan, dengan promosi dan diskon tiket pesawat ke Turki dan Azerbaijan yang diam-diam ditarik.

Rohit Khattar, yang mengelola agen perjalanan di Delhi, mengatakan bahwa ia sudah melihat keraguan yang jelas di antara klien untuk mengunjungi Turki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved