Kenapa India dan Pakistan Pisah? Ternyata Ini Penyebabnya

Jum'at, 16 Mei 2025 - 20:01 WIB
loading...
Kenapa India dan Pakistan...
Tentara India berlatih dengan helikopter. Foto/ani
A A A
ISLAMABAD - Kenapa India dan Pakistan pisah? Pertanyaan ini sering muncul ketika membahas sejarah dua negara di kawasan Asia Selatan tersebut.

Pemisahan India dan Pakistan tak hanya berdampak pada wilayah, tetapi juga menimbulkan konflik berkepanjangan yang masih terasa hingga saat ini.

Terbaru, keduanya bahkan sempat saling serang menggunakan kekuatan militernya masing-masing.

Lantas, apa sebenarnya penyebab India dan Pakistan ini berpisah? Simak ulasannya berikut ini seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Kenapa India dan Pakistan Pisah?


Sebagai permulaan, perlu diketahui bahwa India dan Pakistan dulunya adalah bagian dari satu entitas besar yang dikenal sebagai India Britania atau British India. Wilayahnya sendiri masuk kekuasaan kolonial Inggris.

Pada 1946, Inggris mengumumkan akan memberikan kemerdekaan kepada India. Dalam hal ini, mereka disebut tidak mampu lagi mengurus wilayah itu, sehingga ingin pergi secepat mungkin.

Namun, menjelang kemerdekaan India dari Inggris pada 1947, terjadi ketegangan antara dua kelompok kepercayaan terbesar di sana, yakni Hindu dan umat Muslim.

Perselisihan ini akhirnya melahirkan tuntutan agar umat Muslim memiliki negara sendiri yang terpisah dari India yang didominasi Hindu.

Dr Gareth Price dari lembaga kebijakan luar negeri Chatham House mengungkap saat India hendak memperoleh kemerdekaan, banyak warga India Muslim khawatir. Sebab, nantinya mereka akan tinggal di negara yang diperintah mayoritas Hindu.

Pada akhirnya, sebagian dari mereka mulai mendukung para pemimpin politik yang berkampanye untuk tanah air Muslim yang terpisah.

Padahal, sejumlah pemimpin gerakan kemerdekaan seperti Mohandas Gandhi dan Jawaharlal Nehru sebelumnya menginginkan India bersatu yang merangkul semua agama.

Satu sosok di antaranya yang tidak setuju dengan usulan Gandhi adalah Muhammad Ali Jinnah. Ia yang dulunya menjadi pemimpin Liga Muslim Seluruh India menuntut pemisahan sebagai bagian dari penyelesaian kemerdekaan.

Jinnah lalu mengusulkan pembentukan negara terpisah bernama Pakistan yang berarti "Tanah yang Suci" untuk umat Muslim India.

Tuntutan tersebut semakin kuat setelah terjadinya kerusuhan sektarian dan persaingan politik yang sengit.

Pada akhirnya, Inggris menyetujui pembagian wilayah India menjadi dua negara merdeka, yaitu India dan Pakistan.

Melansir ItvX, pemerintah kolonial Inggris kemudian menunjuk seorang pegawai negeri bernama Sir Cyril Radcliffe guna menyusun batas wilayah antara India dan Pakistan.

Ia hanya diberi waktu lima pekan untuk membagi 175.000 mil persegi dan 88 juta orang, padahal belum pernah ke wilayah itu atau mengetahui apa pun tentangnya.

Berdasarkan pengakuannya sendiri, Radcliffe sangat tidak siap untuk tugas penting membagi sub-benua. Terlebih, ia tidak dibantu pakar dan penasihat yang seharusnya lebih paham tentang pembagian wilayah.

Namun, Radcliffe akhirnya tetap membagi eks wilayah India Britania dengan seadanya. Setelah dilakukan pembagian, lahir dua negara baru, yakni Pakistan untuk Muslim, dan India bagi umat Hindu.

Sesuai dugaan, partisi tersebut tidak berjalan damai. Meski sudah dibagi wilayahnya, jutaan orang harus berpindah tempat, dan kekerasan antarkelompok pun meletus, sehingga menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Sampai sekarang, konflik antara India dan Pakistan belum sepenuhnya selesai. Kedua negara bahkan beberapa kali terlibat perang dengan wilayah Kashmir tetap menjadi sumber sengketa yang panas.

Baca juga: India Tembakkan Rudal BrahMos, Hancurkan 1 Pesawat AWACS Pakistan di Pangkalan Udara
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved