Kisah Menarik Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Dulu Bantai Tentara AS Kini Berdiri Sejajar dengan Donald Trump

Jum'at, 16 Mei 2025 - 19:15 WIB
loading...
Kisah Menarik Presiden...
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu Presiden AS Donald Trump. Foto/aljazeera
A A A
SANAA - Ahmed al-Sharaa merupakan penguasa baru Suriah. Status ini didapat setelah kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang dipimpinnya menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024 lalu.

Sebagai pemimpin baru Suriah, al-Sharaa baru-baru ini menjadi sorotan usai bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tak hanya berdiri sejajar, ia bahkan sempat berjabat tangan.

Tentu, momen tersebut terbilang menarik jika melihat riwayat al-Sharaa ke belakang. Dikenal juga dengan nama Abu Mohammad al-Julani, ia pernah menjadi buronan AS dengan hadiah USD10 juta untuk kepalanya karena keterlibatannya dengan Al Qaeda dan memimpin serangan terhadap tentara AS di Irak.

Kisah Menarik Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa


Ahmed al-Sharaa lahir pada 29 Oktober 1982 di Riyadh, Arab Saudi. Ia lahir di sana karena ayahnya bekerja sebagai insinyur perminyakan.

Pada 1989, al-Sharaa beserta keluarganya kembali ke Damaskus. Di sana, ia tumbuh sebagai anak yang pendiam dan rajin belajar.

Semangat perjuangannya terpicu saat Intifada Kedua Palestina pada 2000. al-Sharaa yang masih berusia antara 17 atau 18 tahun tergerak hatinya untuk membela orang yang ditindas oleh penjajah Israel.

Beberapa tahun berlalu, al-Shaara justru pergi ke Irak dan bergabung dengan Al Qaeda pada 2003. Di sana, ia membantu kelompok tersebut saat melawan invasi Amerika Serikat (AS).

Al-Shaara kemudian ditangkap pada 2006 dan ditahan selama lima tahun. Setelah bebas pada 2011, ia kembali ke Suriah dan mendirikan Front al-Nusra, cabang Al Qaeda yang dengan cepat menjadi kekuatan besar.

Pada 2013, AS menetapkannya sebagai teroris global dan menawarkan hadiah besar untuk penangkapannya.
Di samping itu, ia akhirnya memisahkan diri dari jaringan Al-Qaeda pada 2016 untuk membentuk Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

Sejak pendirian HTS, al-Sharaa mulai mengubah citra dirinya dari kelompok jihadis global menjadi kekuatan nasionalis yang fokus pada penggulingan rezim Assad di Suriah.

Ia bahkan mulai mengganti sorban dengan seragam militer, menjanjikan perlindungan bagi minoritas agama, dan membangun pemerintahan lokal di Idlib yang menyediakan layanan sipil seperti pendidikan dan kesehatan.

Transformasi itu mencapai puncaknya pada November 2024, ketika HTS di bawah komandonya melancarkan serangan kilat dan sukses menggulingkan Assad.

Pada 29 Januari 2025, al-Sharaa diangkat sebagai presiden transisi Suriah, menandai perubahan statusnya dari buronan menjadi pemimpin de facto negara tersebut.

Beberapa waktu berlalu, al-Sharaa bertemu Donald Trump di Riyadh. Pertemuan ini yang dihadiri Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan melibatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan via telepon disebut tengah membahas pencabutan sanksi AS terhadap Suriah dan upaya normalisasi hubungan.

Trump juga memuji Ahmed al-Sharaa sebagai pria muda yang menarik dan pejuang tangguh dengan peluang nyata untuk menstabilkan Suriah. Pertemuan ini jelas menandai perubahan kebijakan AS yang signifikan.

Baca juga: India Tembakkan Rudal BrahMos, Hancurkan 1 Pesawat AWACS Pakistan di Pangkalan Udara
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved