5 Bukti Kedekatan PM India Narendra Modi dengan Zionis Israel
Kamis, 15 Mei 2025 - 04:55 WIB
loading...
A
A
A
“Hindutva mendukung ideologi yang didominasi Hindu yang bertujuan untuk mendirikan negara Hindu, sementara Zionisme menginginkan negara Yahudi di Palestina. Kedua ideologi tersebut menegaskan keunggulan rakyat masing-masing dan perlunya tanah air yang terpisah.”
Di pihaknya, BJP Modi menyangkal adanya kesamaan antara Hindutva dan Zionisme, dengan mengatakan bahwa partai tersebut mendukung solusi dua negara.
"Tidak ada penyimpangan dari dukungan historis untuk Palestina. Perbandingan apa pun antara Zionisme dan Hindutva tidak berdasar dan bermotif politik,” kata Shazia Ilmi, juru bicara BJP.
"India mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Kebijakan kami didasarkan pada kenyataan dan fakta.”
India adalah importir senjata terbesar di dunia dan pelanggan terbesar untuk produk militer Israel. Israel adalah pemasok peralatan militer terbesar kedua ke India, setelah Rusia. Sekitar 42,1 persen dari semua ekspor senjata Israel dikirim ke India.
Meskipun terjadi perang di Gaza, dan pertikaian dengan Iran, dan Hizbullah di Lebanon, ekspor militer Israel ke India terus berlanjut tanpa gangguan. Hal ini patut dicatat, terutama mengingat Israel telah menunda ekspor senilai lebih dari $1,5 miliar ke negara lain.
Bagian penting dari kerja sama ini adalah produksi bersama pesawat nirawak Hermes 900. Pesawat nirawak ini, yang diproduksi di Hyderabad, India, akan bergabung dengan armada kendaraan udara nirawak (UAV) milik tentara Israel di tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Baru-baru ini, India dan Israel mengadakan latihan keamanan bersama. Latihan tersebut diadakan dengan latar belakang peningkatan keamanan untuk misi Israel di New Delhi.
Media India, termasuk media terkemuka seperti Republic TV, NDTV, Times of India, dan Times Now, memainkan peran penting dalam menyebarkan kampanye misinformasi tentang apa yang disebut pemenggalan 40 bayi oleh Hamas.
Media sosial India, khususnya pada platform X, dibanjiri konten anti-Palestina palsu, yang sering dibagikan oleh individu sayap kanan/jauh yang berpihak pada BJP India.
Analisis oleh Narrative Research Lab Al Jazeera menemukan bias signifikan yang mendukung Israel di antara pengguna India, dengan rasio dukungan lima banding satu, sebagaimana dibuktikan oleh tweet dan tagar seperti "#IstandwithIsrael."
Di pihaknya, BJP Modi menyangkal adanya kesamaan antara Hindutva dan Zionisme, dengan mengatakan bahwa partai tersebut mendukung solusi dua negara.
"Tidak ada penyimpangan dari dukungan historis untuk Palestina. Perbandingan apa pun antara Zionisme dan Hindutva tidak berdasar dan bermotif politik,” kata Shazia Ilmi, juru bicara BJP.
"India mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Kebijakan kami didasarkan pada kenyataan dan fakta.”
4. Pelanggan Senjata Israel
India dan Israel memiliki hubungan dagang yang kuat, terutama di sektor persenjataan. Selama dekade terakhir, India telah membeli peralatan militer dari Israel senilai USD2,9 miliar. Ini termasuk barang-barang seperti radar, pesawat nirawak pengintai dan tempur, serta rudal.India adalah importir senjata terbesar di dunia dan pelanggan terbesar untuk produk militer Israel. Israel adalah pemasok peralatan militer terbesar kedua ke India, setelah Rusia. Sekitar 42,1 persen dari semua ekspor senjata Israel dikirim ke India.
Meskipun terjadi perang di Gaza, dan pertikaian dengan Iran, dan Hizbullah di Lebanon, ekspor militer Israel ke India terus berlanjut tanpa gangguan. Hal ini patut dicatat, terutama mengingat Israel telah menunda ekspor senilai lebih dari $1,5 miliar ke negara lain.
Bagian penting dari kerja sama ini adalah produksi bersama pesawat nirawak Hermes 900. Pesawat nirawak ini, yang diproduksi di Hyderabad, India, akan bergabung dengan armada kendaraan udara nirawak (UAV) milik tentara Israel di tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Baru-baru ini, India dan Israel mengadakan latihan keamanan bersama. Latihan tersebut diadakan dengan latar belakang peningkatan keamanan untuk misi Israel di New Delhi.
5. Modi dan Bibi Sama-sama Membenci Palestina
India telah menjadi pusat utama penyebaran misinformasi dan wacana agresif yang menyasar warga Palestina, yang mencakup media arus utama dan platform media sosial.Media India, termasuk media terkemuka seperti Republic TV, NDTV, Times of India, dan Times Now, memainkan peran penting dalam menyebarkan kampanye misinformasi tentang apa yang disebut pemenggalan 40 bayi oleh Hamas.
Media sosial India, khususnya pada platform X, dibanjiri konten anti-Palestina palsu, yang sering dibagikan oleh individu sayap kanan/jauh yang berpihak pada BJP India.
Analisis oleh Narrative Research Lab Al Jazeera menemukan bias signifikan yang mendukung Israel di antara pengguna India, dengan rasio dukungan lima banding satu, sebagaimana dibuktikan oleh tweet dan tagar seperti "#IstandwithIsrael."
Lihat Juga :