Tahun Lalu Kepalanya Dihargai Rp165 Miliar oleh AS, Kini Justru Berjabat Tangan dengan Trump
Rabu, 14 Mei 2025 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa garis keras di antara pasukan pemerintah mengancam kebebasan sosial, dan memberlakukan pembatasan acak pada kehidupan orang-orang biasa.
Sebenarnya, pertemuan Donald Trump dengan Ahmed al-Sharaa menghadirkan peluang utama untuk memperkuat visi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk masa depan Timur Tengah.
Runtuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah menandai kekalahan besar bagi Republik Islam Iran - dan peluang besar bagi Arab Saudi untuk mengekang pengaruh Iran di dunia Arab.
Namun, menyingkirkan Assad saja tidak cukup untuk memperkuat pijakan Saudi - dan Turki - di Suriah.
Yang dibutuhkan kedua negara adalah pemerintahan yang stabil di bawah kepemimpinan al-Sharaa, yang mampu memulihkan keamanan, memfasilitasi pemulihan ekonomi, dan memimpin rekonstruksi negara yang hancur akibat perang.
Pencabutan sanksi AS yang telah berlaku selama lima puluh tahun terhadap Suriah, yang dilaporkan atas permintaan Mohammed bin Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, membuka jalan bagi investasi besar Saudi dan Turki di Suriah.
Perusahaan-perusahaan Amerika, khususnya di sektor energi, juga diharapkan mendapat keuntungan dari pembukaan tersebut.
Sebenarnya, pertemuan Donald Trump dengan Ahmed al-Sharaa menghadirkan peluang utama untuk memperkuat visi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk masa depan Timur Tengah.
Runtuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah menandai kekalahan besar bagi Republik Islam Iran - dan peluang besar bagi Arab Saudi untuk mengekang pengaruh Iran di dunia Arab.
Namun, menyingkirkan Assad saja tidak cukup untuk memperkuat pijakan Saudi - dan Turki - di Suriah.
Yang dibutuhkan kedua negara adalah pemerintahan yang stabil di bawah kepemimpinan al-Sharaa, yang mampu memulihkan keamanan, memfasilitasi pemulihan ekonomi, dan memimpin rekonstruksi negara yang hancur akibat perang.
Pencabutan sanksi AS yang telah berlaku selama lima puluh tahun terhadap Suriah, yang dilaporkan atas permintaan Mohammed bin Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, membuka jalan bagi investasi besar Saudi dan Turki di Suriah.
Perusahaan-perusahaan Amerika, khususnya di sektor energi, juga diharapkan mendapat keuntungan dari pembukaan tersebut.
Lihat Juga :