Ini Respons Huawei atas Tuduhan Suap pada Parlemen Eropa
Rabu, 14 Mei 2025 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Mouchtar juga merupakan salah satu pendiri kelompok bernama EU40 yang presidennya adalah politisi Yunani Eva Kaili—tokoh kunci dalam penyelidikan korupsi Qatargate.
Mouchtar mengonfirmasi kepada Politico bahwa kantornya telah disegel tetapi membantah melakukan kesalahan apa pun. Atasannya, Minchev, mengumumkan bahwa dia telah menskors Mouchtar dari tugasnya.
Kantor lain yang disegel tidak memiliki tanda nama biasa di pintunya. Catatan Parlemen menunjukkan bahwa kantor tersebut adalah milik asisten anggota Parlemen Eropa konservatif Italia yang sudah lama menjabat Fulvio Martusciello dan rekan partainya Marco Falcone. Tidak jelas asisten dan anggota Parlemen mana yang akan terkena dampak investigasi tersebut.
Saat dihubungi, Martusciello mengatakan kantor yang disegel "bukan milik saya" tetapi menolak untuk membuktikan lebih lanjut, termasuk apakah kantor itu milik salah seorang asistennya.
Laporan lain dari MEMRI menyebutkan bahwa setelah adanya tuduhan "korupsi aktif di dalam Parlemen Eropa, Komisi Eropa memutus semua hubungan dengan kelompok lobi yang terafiliasi Huawei.
Menurut laporan tersebut, tuduhan adanya skema “uang demi pengaruh” yang melibatkan Huawei telah membuka selubung kekuasaan negara China. Skandal ini, yang kini sedang diselidiki otoritas Eropa, bukan sekadar kasus suap; ini mencerminkan strategi yang lebih luas dari Beijing untuk menancapkan pengaruhnya ke seluruh dunia, bahkan dengan mengorbankan lembaga-lembaga demokratis.
Inti dari permasalahan ini adalah dugaan skema di mana sebanyak 15 anggota aktif dan mantan anggota Parlemen Eropa dicurigai menerima suap.
Mouchtar mengonfirmasi kepada Politico bahwa kantornya telah disegel tetapi membantah melakukan kesalahan apa pun. Atasannya, Minchev, mengumumkan bahwa dia telah menskors Mouchtar dari tugasnya.
Kantor lain yang disegel tidak memiliki tanda nama biasa di pintunya. Catatan Parlemen menunjukkan bahwa kantor tersebut adalah milik asisten anggota Parlemen Eropa konservatif Italia yang sudah lama menjabat Fulvio Martusciello dan rekan partainya Marco Falcone. Tidak jelas asisten dan anggota Parlemen mana yang akan terkena dampak investigasi tersebut.
Saat dihubungi, Martusciello mengatakan kantor yang disegel "bukan milik saya" tetapi menolak untuk membuktikan lebih lanjut, termasuk apakah kantor itu milik salah seorang asistennya.
Laporan lain dari MEMRI menyebutkan bahwa setelah adanya tuduhan "korupsi aktif di dalam Parlemen Eropa, Komisi Eropa memutus semua hubungan dengan kelompok lobi yang terafiliasi Huawei.
Menurut laporan tersebut, tuduhan adanya skema “uang demi pengaruh” yang melibatkan Huawei telah membuka selubung kekuasaan negara China. Skandal ini, yang kini sedang diselidiki otoritas Eropa, bukan sekadar kasus suap; ini mencerminkan strategi yang lebih luas dari Beijing untuk menancapkan pengaruhnya ke seluruh dunia, bahkan dengan mengorbankan lembaga-lembaga demokratis.
Inti dari permasalahan ini adalah dugaan skema di mana sebanyak 15 anggota aktif dan mantan anggota Parlemen Eropa dicurigai menerima suap.
(mas)
Lihat Juga :