PM India Ultimatum Pakistan: Serangan Belum Berakhir, Hanya Ditunda!
Selasa, 13 Mei 2025 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, jika Pakistan menarik kembali sikapnya atau bertindak menyesatkan, "Saya ulangi lagi, bahwa kami hanya menangguhkan tindakan balasan kami."
Dalam pidatonya yang berdurasi 22 menit, Modi memberikan gambaran umum tentang bagaimana serangan pesawat nirawak dan rudal India melampaui apa yang dapat dibayangkan Pakistan.
Dia mengeklaim bahwa Pakistan terkejut dan dilanda kepanikan dengan melakukan panggilan telepon panik ke seluruh dunia, meminta intervensi, sebelum akhirnya memulai dialog tingkat DGMO (direktur jenderal operasi militer), meminta gencatan senjata.
"Hanya ketika Pakistan memohon kepada India dan berjanji bahwa mereka tidak akan terlibat dalam segala jenis kegiatan teror atau tindakan militer yang nekat di masa mendatang, India mempertimbangkan gencatan senjata," katanya.
Modi menceritakan bagaimana serangan tepat dan kuat India telah membuat Pakistan sangat frustrasi, mendorong Islamabad yang dia sebut sebagai "negara yang mensponsori teror" ke dalam keputusasaan.
"Pakistan telah berencana untuk menyerang perbatasan India, tetapi kami menyerang mereka di jantung," kata PM Modi saat dia menyebutkan "universitas teroris" seperti Bhawalpur dan Muridke di provinsi Punjab Pakistan.
Dalam pidatonya yang berdurasi 22 menit, Modi memberikan gambaran umum tentang bagaimana serangan pesawat nirawak dan rudal India melampaui apa yang dapat dibayangkan Pakistan.
Dia mengeklaim bahwa Pakistan terkejut dan dilanda kepanikan dengan melakukan panggilan telepon panik ke seluruh dunia, meminta intervensi, sebelum akhirnya memulai dialog tingkat DGMO (direktur jenderal operasi militer), meminta gencatan senjata.
"Hanya ketika Pakistan memohon kepada India dan berjanji bahwa mereka tidak akan terlibat dalam segala jenis kegiatan teror atau tindakan militer yang nekat di masa mendatang, India mempertimbangkan gencatan senjata," katanya.
Modi menceritakan bagaimana serangan tepat dan kuat India telah membuat Pakistan sangat frustrasi, mendorong Islamabad yang dia sebut sebagai "negara yang mensponsori teror" ke dalam keputusasaan.
"Pakistan telah berencana untuk menyerang perbatasan India, tetapi kami menyerang mereka di jantung," kata PM Modi saat dia menyebutkan "universitas teroris" seperti Bhawalpur dan Muridke di provinsi Punjab Pakistan.
Lihat Juga :